Dikeluhkan Warga, Raskin Tidak Layak Dikonsumsi
-Laporan Zaenal Muttaqin
Kamis, 23/06/2016, 01:43:20 WIB

Perangkat Desa Manggis menunjukkan kondisi raskin yang kualitasnya jelek (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Kualitas beras sejahtera (rastra) yang biasa disebut raskin kembali dikeluhkan oleh penerima. Seperti terjadi di Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, warga mengeluh karena kondisi raskin yang diterima tidak layak konsumsi.

Pantauan PanturaNews, raskin yang dibagikan pada Kamis 23 Juni 2016 kondisinya pecah kecil (menir), berwarna kekuningan dan berbau apek. Meski kondisinya tidak layak untuk dikonsumsi raskin tetap disalurkan ke warga.

Pelaksana distribusi raskin Desa Manggis, Bisri membenarkan kondisi raskin yang diterimanya jelek. Bahkan raskin bulan Juli 2016 yang dibagikan lebih awal itu tergolong lebih jelek dari sebelumnya.

"Berasnya jelek, seperti menir dan apek baunya, sebagian juga ada yang hitam," ujarnya.

Menurutnya, pihaknya sebenarnya tidak tega menyalurkan raskin yang jelek itu. Namun, raskin sudah kadung datang dan sebagian sudah disalurkan ke Rumah Tangga Sasaran (RTS).

"Kondisi raskin yang jelek bukan yang pertama kali, bahkan selama tahun 2016 ini hanya dua kali pengiriman yang agak bagus," ungkap Bisri.

Dikatakan, raskin yang diterima kali ini merupakan raskin untuk bulan Juli 2016 dan dikirim oleh Bulog lebih awal, karena mendekati Lebaran. Sebelumnya atau awal Juni ini juga sudah dikirim dengan kondisi raskin yang juga kurang bagus.

"Raskin bulan Juni sudah dikirim dan sudah lunas, untuk bulan Juli pengirimannya dimajukan karena mendekati Lebaran," kata Bisri.

Kata dia, pihaknya sering menerima keluhan warga karena raskin yang jelek. Tapi pihaknya tidak dapat berbuat banyak, terutama jika pengiriman raskin itu didistribusikan. Selain kesulitan untuk menarik kembali juga akan memakan biaya untuk bongkar muatnya.

"Bongkar muat untuk menurunkan saja ada biaya tambahan meski sebenarnya pekerjanya sudah dapat ongkos dari Bulog," tutur Bisri.

Masih menurut Bisri, Desa Manggis setiap bulan mendapat alokasi Raskin sebanyak 364 kantong raskin, tiap kantong dalam kemasan tertulis isi 15 kilogram. Raskin sebanyak itu didistribusikan untuk 364 RTS.

Perlu diketahui, kondisi raskin tidak layak konsumsi sebelumnya juga dikeluhkan oleh warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu. Rasta pengiriman awal Juni 2016 lalu itu berbau apek dan seperti menir serta berwarna kuning kecoklatan.

Raskin yang merupakan bantuan dari pemerintah untuk warga kurang mampu itu, selain apek dan kecoklatan berasnya juga seperti menir atau pecah kecil-kecil. Warga menerimanya meski terpaksa dijual ke pedagang untuk membeli beras yang kualitasnya lebih bagus dan layak konsumsi.

"Warga komplain tapi tidak dapat berbuat banyak dan terpaksa menerimanya," kata Syai'in salah satu ketua RW di Desa Dukuhturi.