124 ribu Siswa Mendapat Kartu Indonesia Pintar
-Laporan Takwo Heriyanto
Selasa, 21/06/2016, 08:11:41 WIB

Bupati Brebes saat memberikan Kartu Indonesia Pintar kepada siswa di Gedung PGRI Tanjung. (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapatkan 124 ribu lembar Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Pemerintahan Jokowi. Pada tahap awal, diserahkan 47 ribu dan tahap kedua 77 ribu. KIP ini mulai disosialisasikan Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE kepada orang tua siswa penerima KIP diberbagai tempat.

“Kartu Indonesia Pintar menjamin dan memastikan seluruh anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu, terdaftar sebagai penerima bantuan tunai pendidikan sampai lulus SMA/SMK/MA,” papar Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti saat sosialisasi di Gedung PGRI Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Selasa 21 Juni 2016.

Kata Idza, KIP diberikan sebagai penanda dan digunakan untuk menjamin serta memastikan seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) tidak putus sekolah. Penerima merupakan anggota keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau memenuhi kriteria yang ditetapkan (seperti anak dari keluarga peserta PKH).

Untuk mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar, mereka harus terdaftar di Sekolah, Madrasah, Pondok Pesantren, Kelompok Belajar (Kejar Paket A/B/C) atau Lembaga Pelatihan maupun Kursus. Besaran bantuan untuk KIP SD sebesar Rp 450 ribu, SMP Rp 750 ribu, dan SMA Rp 1 juta per tahun, namun pencariannya dua kali yakni per semester.

“KIP bisa dicairkan di BRI atau BNI setelah mendapat registrasi pengaktivan dari pihak sekolah, di mana anak yang bersangkutan bersekolah. Jangan digunakan untuk belanja lebaran,” pesan Idza.

Menurut Bupati, dana KIP halal hukumnya bila untuk membeli keperluan anak sekolah seperti buku, tas, baju seragam dan kebutuhan sekolah lainnya. Bupati menyakini, lewat pendidikan, perubahan kualitas hidup masyarakat Brebes bisa terwujud. Dengan sekolah, berpengetahuan yang luas maka ada peningkatan derajat lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang tidak berpendidikan.

“Anak-anak dibawah umur 18 tahun jangan bekerja dulu, apalagi nikah. Kita harus terus mendorong anak-anak kita untuk terus bersekolah untuk menghadapi persaingan global,” ujar Idza memperingatkan.

Sebagai orang tua, juga harus memberi contoh kepada anak-anak dengan bekerja lebih giat lagi. “Bantuan pemerintah hanyalah stimulant saja, karena tidak semua kebutuhan masyarakat di bantu pemerintah. Akan lebih bagus, kalau kita bisa mandiri,” terangnya.

Dan anak-anak kita, lanjutnya, juga harus kita latih untuk bisa hidup mandiri dan kuat menghadapi persaingan global dengan cara belajar yang rajin. Sosialisasi diikuti oleh seluruh orang tua siswa penerima KIP, agar bisa memanfaatkannya secara bijak demi keberlangsungan pendidikan anak-anak Brebes.

Selain KIP, Pemerintah Kabupaten Brebes juga menggelontorkan dana untuk Kartu Brebes Cerdas (KBC) sebesar Rp 18 milyar. KBC atau Bantuan Operasional Daerah (Bosda) ini sangat berarti bagi anak-anak Brebes karena pada tahun 2020-2030 menghadapi bonus demografi. Dimana generasi muda harus memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi persaingan yang ketat di tahun tersebut.