![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Pemerintah diminta untuk membuat program kegiatan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara melalui kelompok atau himpunan kepemudaan.
Hal itu disampaikan oleh anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Muhammad Prakosa saat saat kegiatan sosialisasi Empar Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, di gedung GOR Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu 10 Juni 2016 sore.
"Mengingat kasus perkosaan didominasi pemuda, dan sudah melanggar Pancasila, sila pertama, dan sila kedua, tindakan tersebut tidak berperikemanusian , melanggar hak azazi manusia pasal 28 ayat 1," ujarnya.
Pemerintah Daerah juga diminta untuk memfasilitasi pembentukan organisasi penguatan 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yang bisa dimulai dari peserta sosialisasi ini. Sebagai bentuk pemerdayaan kepada pemuda dan juga masyarakat, serta meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama, perlu segera di bentuk organisasi penguat empat pilar yang melibatkan organisasi masyarakat (Ormas).
"Ormas juga perlu dilibatkan, seperti Banteng Muda Indonesia dan lainnya," kata Prakosa di depan peserta acara sosialisasi.
Acara sosialisasi Empat Pilar, selain dihadiri oleh struktur serta kader PDIP, juga para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Sosialisais dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhineka Tunggal Ika, dan Ketetapan MPR.
"Sosialisasi ini untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Prakosa yang menjadi anggota DPR RI dari Dapil IX Jawa Tengah yang meliputi, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kodya Tegal.