![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Banjir bandang kembali menerjang Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu 18 Juni 2016 malam. Banjir bandang ketiga kalinya ini sejak empat bulan terakhir ini kembali merusak sekitar lima hektar pertanian dan infrastruktur jalan serta pipa jaringan air bersih.
Kepala Desa Adisana, Komarudin mengatakan, banjir bandang terjadi setelah jebolnya tanggul darurat Sungai Keruh di Desa Penggarutan akibat terjangan arus deras menyusul hujan lebat yang turun sejak siang hari. Jebolnya tanggul itu membuat air sungai yang deras itu melimpas ke saluran irigasi dan menerjang area pertanian dan jalan desa serta pemukiman warga.
"Saluran irigasi tidak mampu menampung air yang sangat deras dan besar, sehingga meluap dan menerjang lahan pertanian juga jalan desa serta pemukiman," ujarnya.
Dikatakan, banjir bandang itu mulai menerjang pemukiman sejak pukul 17.30 WIB dan surut sekitar pukul 23.00 WIB. Banjir bandang disertai lumpur dan material sungai lainnya itu melanda di tiga RT, yakni RT 05. 06 dan 07 di RW 01 Adisana.
Lahan pertanian rusak akibat persitiwa ini sekitar lima hektar dan jalan desa sepanjang 300 meter juga rusak dengan kondisi aspal mengelupas dan sebagian tertimbun lumpur.
"Kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan encapai Rp 200 juta, terdiri dari kerusakan lahan pertanian, jalan desa serta lainnya," kata Komarudin.
Sebelumnya, tepatnya pada Jumat 26 Februari 2016 lalu peristiwa yang sama juga terjadi bahkan lebih parah. Seminggu berikutnya juga terulang karena curah hujan cukup tinggi saat itu.
Setelah peristiwa itu telah dilakukan penangan darurat oleh pemerintah kabupaten setempat dengan pembuatan tanggul sementara sepanjang lebih dari 100 meter dan dilakukan normalisasi pada alur sungai Keruh tersebut. Tanggul setinggi tiga meter dan lebar tiga meter itu kemudian jebol sepanjang 30 meter pada Sabtu sore itu.