![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Keprihatinan tentang masih adanya wilayah yang belum tersentuh pembangunan, minimnya upaya dalam memperbaiki taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, merupakan salah satu cermin kurangnya kepedulian dalam melakukan pemerataan pembangunan.
Demikian dikatakan Komandan Kodim (Dandim) 0712/Tegal, Letkol Inf Hari Santoso, S.Sos saat menanggapi soal arah program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 96 wilayah Kodim 0712/Tegal di Desa Kepunduhan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat 17 Juni 2016.
“Potret belum meratanya pembangunan itu, dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat terutama di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan. Tentu banyak sebab yang bisa dicari, namun kurang pas kalau hanya saling tuding menuding,” ujar Dandim Tegal.
Dengan prasangka positif, lanjutnya, dapat dikatakan bahwa negara dalam satu sisi memang banyak mengalami keterbatasan, baik dari segi pembiayaan pembangunan maupun alat peralatan yang minim.
Namun menurut Dandim Tegal, program TMMD yang diwujudkan berupa pembangunan infra struktur, sarana, dan prasarana yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat, seperti pembangunan jalan pedesaan, rehabilitasi sekolah dan tempat ibadah. Semua itu bukti nyata bahwa TMMD sebagai jembatan pemerataan pembangunan di pedesaan.
“Demikian pula dengan sasaran non fisik yang meliputi penyuluhan kesehatan, bahaya narkoba dan penyuluhan tentang pentingnya upaya bela Negara, perlu dimengerti oleh semua kalangan masyarakat,” kata Letkol Inf Hari Santoso.
Lebih lanjut dikatakan, dalam mengejar sebuah ketertinggalan, tentu butuh kesadaran dan partisipasi semua komponen bangsa untuk saling bahu membahu, berperan serta membantu tugas negara dan pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.
Secara jujur, kita patut memberikan apresiasi kepada jajaran TNI karena berkat program TMMD, satu per satu pedesaan di tanah air sudah merasakan manfaatnya,” pungkas Dandim Tegal.