![]() |
|
|
PanturaNews (Pemalang) - Operasi Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) serta Wanita Tuna Susila (WTS) yang digelar Tim Penjaringan PGOT Kabupaten Pemalang di berbagai tempat seringnya orang-orang gila, gelandangan, pengemis dan WTS berhasil menjaring sebanyak 18 orang yang terdiri dari 13 orang gila dan 5 orang gelandangan.
Menurut Kabag Kesra Setda Pemalang, Drs H Slamet Masduki selaku Ketua Tim Penjaringan PGOT dan WTS, tim terdiri dari TNI, Polri, Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Kesbangpollinmas, Bagian Hukum, Bagian Kesra dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pemalang.
“Operasi secara rutin dilakukan untuk menertibkan PGOT dan WTS. Mereka yang terjaring, selanjutnya dikirim ke panti untuk dibina dan diobati agar mereka bisa mandiri,” ujar Slamet.
Dikatakan Slamet, setelah dilakukan operasi, dua atau tiga hari tetap saja ada PGOT yang terlihat di jalan-jalan. Padahal pada rapat koordinasi antar kabupaten/kota, semua mengakui tidak pernah mengirim hasil operasi ke daerah lain. “Tujuan operasi, agar kota Pemalang bersih, nyaman, tidak ada orang gila yang berkeliaran,” tambahnya.
Sementara Kepala Satpol PP Kabupaten Pemalang, Drs Cipto Leksono melalui Sri Subiakto SH Msi selaku Ketua Tim Pelaksana Penjaringan PGOT dan WTS, hasil yang diperoleh sebanyak 18 orang yang terdiri dari 13 orang gila dan 5 orang gelandangan.