Dandim: Kemanunggalan TNI dan Rakyat Tercapai
-Laporan SL Gaharu
Rabu, 01/06/2016, 05:44:44 WIB

Dandim 0712/Tegal, Letkol Inf Hari Santoso saat menunjukkan foto-foto hasil kegiatan fisik TMMD (Foto: Pendim Tegal)

PanturaNews (Tegal) - Kemanunggalan antara TNI dengan masyarakat tercapai, karena selama 30 hari pelaksanaan Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-96 tahun 2016 wilayah Kodim 0712/Tegal di Desa Kepunduhan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, tidak mengalami maslah bahkan mendapat respon positif dari masyarakat.

Demikian dikatakan Komandan Kodim (Dandim) 0712/Tegal, Letkol Inf Hari Santoso, S.Sos saat ditemui PanturaNews usai upacara penutupan TMMD di Desa Kepunduhan, Rabu 01 Juni 2015 siang.

“Alhamdulillah, kegiatan TMMD yang dilaksanakan selama 30 hari, baik fisik dan non fisik bisa diselesaikan sesuai dengan perencanaan. Keakraban antara Sangas TMMD dan masyarakat nampak harmonis dan penuh kekeluargaan,” ujar Dandim Tegal.

Dijelaskan Dandim Tegal, kegiatan fisik pada TMMD Reguler ke-96 Tahun 2016 yang selesai dikerjakan diantaranya pembuatan Talud sepanjang .385 meter, lebar 0,3 meter, tinggi 0,8 Meter. Pembangunan Makadam dan pengerasan jalan sepanjang 573 meter dan lebar 3 meter. Pengurugan jalan sepanjang 205 meter, lebar 2 meter. Pengerasan jalan sepanjang 75 meter, lebar 2,5 meter. Pengerasan jalan sepanjang 238 meter, lebar 2,5 meter. Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Jamban sebanyak 11 unit, serta pembuatan bak sampah panjang 6 meter, lebar 4 meter, tinggi 1,2 meter.

“Dari semua kegiatan fisik itu selesai tepat waktu dengan hasil yang maksimal, karena kita bekerja bukan hanya sekedar memenuhi target saja, tapi lebih dari itu kita bekerja dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, kita bekerja dengan memperhatikan kwalitas, sehingga masyarakat merasa puas,” terang Letkol Inf Hari Santoso.

Sedangkan pada kegiatan non fisik, menurut Dandim Tegal yang juga Komandan Satgas TMMD, dilaksanakan dengan maksimal. Semua kegiatan non fisik yang digelar, mendapat respon positif dari masyarakat Desa Kepunduhan.

“Respon positif masyarakat dengan kehadirin TNI di desa sangat besar. Setiap hari antara TNI dan warga, bahu membahu dan gotong royong menyelesaikan kegiatan. Rasa kekeluargaan, juga nampat dari setiap pemilik rumah yang ditempati nginap para anggota Satgas TMMD,” tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan, semangat bergotong-royong antara warga dan TNI merupakan modal awal dalam membangun jiwa persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga kehadiran anggota TNI di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam pembangunan di desa, menciptakan dan memupuk kemanunggal TNI-Rakyat.

“Jadi keakraban dan kemanunggalan antara TNI dan warga Desa Kepunduhan, harus terus dipelihara. Kami melalui Danramil dan Babinsa, akan terus menjalin hubungan kekeluargaan yang sudah tercipta ini,” pungkas Dandim Tegal.