Dijanjikan Jadi PNS, Dua Korban Tertipu Rp 300 Juta
-Laporan Takwo Heriyanto
Senin, 30/05/2016, 05:43:15 WIB

Dua orang yang merasa ditipu oknum LSM melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Aksi penipuan menjanjikan seseorang jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, masih terus dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Jika sebelumnya aksi penipuan itu dilakukan oleh Kus, mantan PNS Brebes yang juga mengaku sebagai wartawan, dengan mencatut nama Bupati dan Sekda Brebes berikut SK Bupati dan tanda tangan keduanya, termasuk stempel palsu.

Kini, oknum LSM di Kabupaten Brebes, Wrs, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Brebes oleh dua warga yang mengaku telah ditipu, Senin 30 Mei 2016.

Kedua pelapor itu, masing-masing bernama Jauhari (61), warga  Desa Tegalglagah, dan Warim (50), warga Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

Oknum LSM, Wrs itu dilaporkan ke Polres Brebes oleh dua warga yang mengaku jadi korban tersebut, lantaran pelaku saat itu menjajikan bisa menjadi PNS di lingkungan Pemkab Brebes.

"Saat itu kejadiannya sekitar 2013 lalu, dimana saya sebelumnya dikenalkan dengan seseorang bernama Kad oleh Wrs, yang mengaku perantara Badan Kepegawaian Nasional (BKN)," ujar Jauhari usai melaporkan ke SPKT Polres Brebes.

Dia mengaku yang ditawari menjadi PNS oleh pelaku adalah anaknya, Windi Andrianita, yang pada saat itu masih mengabdi sebagai guru honorer baru selama tiga bulan.

"Saya saat itu sudah membayar uang kepada Wrs sebesar Rp 150 juta, atas permintaanya. Dimana dibayar bertahap sejak Desember 2013 secara cas, dengan disertai lembaran kwitansi berikut tanda tangan Wrs," terangnya.

"Saya juga telah menyetorkan ke Wrs sebanyak Rp 150 juta. Yang berkwitansi Rp 140 juta dan yang tidak berkwitansi Rp 10 juta," timpal Warim yang juga mengaku jadi korban penipuan Wrs.

Sementara, di Kantor Sekda Brebes juga terdapat laporan dari warga Desa Bumiayu, Kecamatan Bumiayu yang mengaku nyaris ditipu oleh oknum tak bertanggung jawab, dengan mengatasnamakan Sekda Brebes, Emastoni Ezam.

Warga yang bernama Hani, seorang guru Taman Kanak-Kanak (TK) yang mengajar di daerahnya ini, mengaku nyaris ditipu oleh oknum yang menjajikan bisa menjadikan PNS di lingkungan Pemkab Brebes.

"Oknum itu menawari saya melalui handhpone saya pukul 10.00 WIB tadi. Kalau ibu mau diangkat menjadi PNS harus bayar Rp 3,8 juta dulu ke rekeningnya. Terus oknum itu bilang kalau lebih jelasnya bisa datang ke Kantor Sekda atau BKD, ketemu langsung atas nama Pak Emastoni atau Ibu Luthfiah sambil bawa persyaratan," ucap Hani didampingi suaminya, Amin dan anaknya.

Menurutnya, untuk memastikan apakah orang tersebut benar Sekda Brebes atau bukan, ia lantas mendatangi kantornya. Namun, ia belum sempat bertemu langsung dengan Sekda Brebes.

"Saya hanya ketemu stafnya. Stafnya bilang kalau ini adalah penipuan. Untungnya saya tidak langsung mentransfer begitu saja. Karena memang saya tidak punya uang sebanyak itu," ungkapnya. 

Ditemui di ruang kerjanya, Sekda Brebes Emastoni Ezam mengatakan, bahwa pihaknya tidak pernah melakukan tindakan penipuan seperti hal tersebut. "Meskipun nama saya dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab, nama saya tidak merasa tercemarkan," katanya.

Dia menambahkan, sejauh ini memang belum ada laporan yang dilakukan oleh PNS di lingkungan kerjanya. "Kalaupun itu dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab, saya serahkan kepada pihak berwajib untuk bisa mengusutnya," tuturnya.

Pihaknya berharap kepada komponen masyarakat Kabupaten Brebes, untuk tidak tergiur dengan iming-iming dari siapapun oknumnya yang menjajikan seseorang bisa diangkat sebagai PNS.

"Biasanya, kalau mau ada perekrutan CPNS, itu pasti diumumkan ke publik. Tidak secara diam-diam," jelasnya.