![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) tingkat Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dimeriahkan dengan perbagai penampilan seni budaya dan tahlil nusantara, serta panggung hiburan.
Termasuk menampilkan tiga artis Ibu Kota, Keisya Phasa Ungu, Indah Sari dan Izzhy Idol, menambah semarak perhelatan organisasi perempuan NU di Lapangan Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Sabtu 28 Mei 2016.
Drama kolosal yang dipersembahkan Fatayat NU Kabupaten Brebes, menampilkan tentang sisik melik kehidupan manusia yang penuh perjuangan namun pada akhirnya mencapai puncak kematian. Namun kematian itu tidak berhenti, karena harus terus hidup dan dihidupkan dengan tahlil.
“Meski mati, tapi sesungguhnya masih mendengungkan kalimat kalimat tahlil, laila hailallah,” terang Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Brebes, Mukminah.
Pun demikian, tambah Mukminah, kepada para tokoh-tokoh NU sepanjang masa, kita kirimi doa dengan kalimat toyibah, tahlil.
Keisya Phasa Ungu, Indah Sari dan Izzhy Idol tak kalah menarik dengan mendendangkan lagu-lagu religi antara lain Talkin, bidadaru surga, dealova, kilaf duniawi dan mapala. Saat mereka tampil, anggota Fatayat yang mayoritas ibu-ibu muda merangsek ke depan panggung seraya memotret dengan hape.
“Mumpung Keisya kesini, potret ah,” cletuk seorang ibu dengan gembira sembari merangsek ke depan panggung.
Ketua Panitia Puncak Harlah, Sumiyati menjelaskan, harlah ke-66 Fatayat NU tingkat Kabupaten Brebes sengaja mendatangkan artis ibu kota untuk lebih semarak. Disamping itu juga dengan berbagai penampilan seni budaya local, akan menambah gairah kreatifitas seniman muda di Kabupaten Brebes.
Sementara Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE menambahkan, perempuan juga harus ikut andil menentukan peningkatan ekonomi keluarganya. Sehingga bisa sedikit mengurangi beban keluarga dengan melakukan terobosan usaha. Pelaku UMKM sudah banyak yang digeluti oleh perempuan Fatayat dengan berbagai bidang usaha.
Termasuk didalamnya adalah pembuatan sarung batik di daerah Salem. Berketrampilan tidak harus dengan alat-alat yang modern, dengan tangan dan kain saja bisa berbuah batik yang manis.
“Brebes, sebentar lagi akan melaunching batik Sarung sebagai ikon Brebes sebagai kota santri,” tandasnya.