Ruas Jalan Tanjung-Kersana Ditanami Pohon Pisang
-Laporan Takwo Heriyanto
Jumat, 27/05/2016, 05:13:04 WIB

Ilustrasi (Foto: Dokumen)

PanturaNews (Brebes)- Aktivis Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK), bersama puluhan warga menggelar aksi menanam 100 batang pohon pisang di ruas jalan Kecamatan Tanjung-Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat 27 Mei 2016.

Aksi tersebut dilakukan sebagai buntut rusaknya jalan kabupaten yang menghubungkan kedua kecamatan tersebut.  Pasalnya jalan ruas Tanjung-Kersana sangat rusak, tapi belum diperbaiki sehingga sangat mengganggu pengguna jalan.

Usai penanaman pohon pisang di ruas Jalan Tanjung-Kersana, para aktifis LP-KPK bersama dengan perwakilan warga mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU dan TARU) Kabupaten Brebes di Jalan Jenderal Sudirman.

Koordinator Lapangan LP-KPK, Sularmani SH mengatakan, alasan penanaman pohon pisang di ruas jalan Tanjung-Kersana akibat tidak adanya kepedulian Pemkab Brebes terkait kerusakan jalan tersebut.

“Kondisinya sudah rusak parah. Kerusakan jalan Tanjung-Kersana ini sangat berpengaruh terhadap aktifitas warga,” kata pria yang akrab disapa Arman.

Sementara Ketua LP-KPK Komcab Brebes, Cipto Hadi menyatakan, pihaknya sangat menyayangkan proyek pembangunan jalan Tanjung-Kersana yang  dikerjakan tahun 2015 lalu dengan dana melalui APBD Kabupaten Brebes senilai kurang lebih Rp 500 juta, sekarang sudah rusak parah.

“Jalan tersebut tahun kemarin dikerjakan oleh pemborong dan tidak tahu alasannya dihentikan. Sekarang, kondisi jalan tersebut rusak parah dan mengganggu roda perekonomian warga yang sehari-harinya melintas di ruas jalan tersebut,” papar Cipto Hadi.

Menanggapi hal itu, Kepala DPU dan TARU Kabupaten Brebes, Ir Nushy Mansur MSc menuturkan, ruas jalan Tanjung-Kersana untuk tahun ini akan dikerjakan dengan anggaran kurang lebih Rp 1,5 miliar melalui APBD II.

“Saat ini sedang dalam tahap proses lelang terkait proyek pembangunan ruas jalan Tanjung-Kersana. Insya Allah kalau tidak ada halangan, pertengahan bulan Juni tahun ini sudah dikerjakan oleh kontraktor pemenang lelang,” terangnya.

Nushy menambahkan, warga miss komunikasi terkait kerusakan jalan Kersana-Tanjung. Tahun lalu, proyek jalan tersebut dimenangkan oleh CV Bumi Slamet dan telah dikerjakan. Tapi, karena one prestasi akhirnya putus kontrak, dan pekerjaan tidak berlangsung sampai selesai.

“Anggaran tersebut tidak digunakan dan jaminan pelaksanaan disita untuk kas daerah, dan CV Bumi SLamet di-black list. Karena waktu itu tidak cukup untuk dikerjakan, setelah putus kontrak dengan pelaksana proyek saat itu akhirnya diajukan untuk dikerjakan tahun ini. Sekarang jalan tersebut yang rusak sementara ditambal, agar tidak terjadi lakalantas sambil menunggu proyek jalan,” pungkas Nushy.