![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Konferensi Internasional Media Islam atau International Conference of Islamic Media (ICIM) yang digelar di Jakarta selama dua hari, Rabu dan Kamis 25-26 Mei 2016 menghasilkan Deklarasi Jakarta untuk Media Islam Bersatu. Deklarasi hasil konferensi itu dibacakan oleh Dr Cikgu Azmi Abdul Hamid, salah satu anggota Tim Perumus asal Malaysia.
"Ini merupakan perintah Allah Subhanahu wata'ala untuk melindungi dan membela kepentingan Islam dan Muslimin, terutama untuk pembebasan Palestina dan Al-Quds," katanya mengawali pembacaan isi deklarasi saat sidang penutupan.
Deklarasi diumumkan untuk memperjuangkan tegaknya keadilan dan perdamaian di muka bumi yang terbebaskan dari penindasan, kezaliman dan penjajahan atas umat manusia. Secara lengkap isi dari deklarasi Jakarta itu yakni:
1. Memperjuangkan terwujudnya kesatuan media Islam internasional berdasarkan prinsip ukhuwah Islamiyah yang mengatasi batasan-batasan organisasi dan kebangsaan;
2. Media Islam Internasional bersatu padu untuk membangun kekuatan yang signifikan dalam mengimbangi dominasi media Barat, media Zionis atau media manapun yang melancarkan perang opini yang merugikan Islam dan Muslimin;
3. Media Islam internasional bersikap proaktif dalam pembelaan kepentingan Islam dan Muslimin serta kemanusiaan dengan tingkat kesiapan dan kehandalan yang tinggi untuk menangkis serangan-serangan terhadap setiap kepentingan Islam dan Muslimin;
4. Media Islam Internasional menempatkan issu-issu Palestina dan Al Quds Assharief sebagai salah satu prioritas pemberitaan utama;
5. Media Islam Internasional meningkatkan upaya pendidikan publik untuk membangun kesadaran masyarakat internasional bagi dukungan yang lebih nyata untuk kemerdekaan Palestina dan pembebasan Al Quds Assharief;
6. Media Islam Internasional aktif membangun jejaring kerjasama antar media dalam berbagai bidang untuk pembelaan kepentingan Islam dan muslimin.
7. Membentuk suatu badan atau forum yang mewadahi upaya penyatuan media Islam internasional dalam rangka pembelaan kepentingan Islam dan muslimin dengan memperhatikan beberapa ketentuan.
Peserta ICIM yang digelara auditorium Adhiyana Wisma ANTARA, terdiri dari para pimpinan redaksi seperti Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency), Kantor Berita ANTARA, Kantor Berita Palestina WAFA (Wakalah al-Anba al-Filistiniyyah), Kantor Berita Turki Anadolu Agency (AA), dan lainnya, juga bersepakat untuk memperjuangkan terwujudnya kesatuan media Islam internasional berdasarkan prinsip ukhuwah Islamiyyah.