Pemerintah Impor Bawang, Petani Siap Demo ke Jakarta
-Laporan Takwo Heriyanto
Kamis, 26/05/2016, 06:41:27 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Petani bawang merah yang tergabung dalam Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengancam akan menggelar aksi demo besar-besaran di Jakarta, jika pemerintah tetap melakukan impor bawang merah.

"Jika pemerintah tetap melakukan impor bawang merah, kami sudah sepakat siap turun ke jalan untuk demo besar-besaran. Saat ini sedang kami siapkan," tegas Ketua ABMI Kabupaten Brebes, Juwari, Kamis 26 Mei 2016.

Juwari mengaku, saat ini ABMI sedang melakukan konsolidasi dengan sejumlah petani dari berbagai daerah. Termasuk, mengirimkan surat pemberitahuan kepada kepolisian terkait rencana aksi unjuk rasa tersebut.

"Aksi ini atas desakan para petani, dan kami sudah kirim surat pemberitahuannya ke polisi," tegasnya.

Menurut dia, aksi unjuk rasa para petani itu juga pernah dilakukan saat pemerintah membuka keran impor bawang merah pada 2012 lalu. Selain demo di jalur pantura Brebes, ratusan petani bawang merah juga melakukan unjuk rasa ke Jakarta di Kantor Kementerian Pertanian.

"Kami sebenarnya tidak ingin kejadian itu terulang lagi. Saat itu petani marah karena harga bawang terjun bebas. Jika pemerintah tidak mendengarkan suara petani ini, terpaksa demo kami lakukan," ujarnya.

Sekretaris ABMI, Ichwan menambahkan, terhadap rencana aksi itu, asosiasinya menyiapkan sebanyak 10 bus untuk memberangkatkan ratusan petani ke Jakarta. Asosiasi belum menentukan kapan demo akan digelar.

“Pada 1 Juni 2016 nanti kami rapat untuk menentukan waktu demo. Aksi ini tidak hanya petani dari Brebes, tetapi seluruh petani bawang di Indonesia, baik itu dari Kendal, Demak, Tegal, Cirebon dan Jawa Timur," tambahnya.

Kebijakan pemerintah yang akan mengimpor bawang merah sebanyak 2.500 ton ini, lanjut dia, bukanlah solusi untuk menstabilkan harga. Sebab, masih banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatur harga menjelang Ramadhan dan Lebaran ini. Salah satunya dengan mengatur distribusi bawang merah.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya para petani bawang merah yang tergabung ABMI menentang sekaligus menolak keras rencana pemerintah melakukan impor bawang merah dalam waktu dekat.

Pasalnya, jika rencana itu direalisasikan akan merugikan petani lokal yang saat ini mulai memasuki musim panen. Hal itu menyusul kebijakan pemerintah yang memutuskan akan mengimpor bawang merah sebanyak 2.500 ton. Langkah itu ditempuh untuk menstabilkan harga menjelang Ramadhan dan Lebaran.