Ngaku Pegawai Kesra, Tipu Warga Jutaan Rupiah
AZ-Agus Zahid
Kamis, 29/04/2010, 15:19:00 WIB

Ilustrasu

PanturaNews (Kajen) - Fn warga Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang mengaku pegawai Kesra Setda Kabupatan Pekalongan, diduga telah menipu beberapa warga. Dengan modus menawarkan jasa  pembuatan proposal untuk bantuan sosial tempat ibadah. Setelah meraup uang jutaan, ia tak menampakan batang hidungnya.

Berdasarkan informasi, pada tahun 2009 Fn datang ke pantia pembangunan Mushola Nurul Falah Dukuh Plumutan, Desa Rogoselo Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan, untuk mendapatkan bantuan sebesar  Rp 13 juta. Lantas ia minta uang jasa pembuatan proposal sebesar Rp 250.000. Namun hingga kini proposal bantuan itu tidak pernah cair. Hingga kini Fn atau Fahrudin alias Khaerudin tidak pernah menampakan batang hidungnya.

“Kami pengurus musholla mengalami kerugian jutaan rupiah termasuk kerugian moril. Karena warga selalu menanyakan realisasi bantuan dari pemerintah kabupaten kepada pengurus,” ujar Ustadz Sobari pengurus Mushola Nurul Falah Doro, Rabu 29 Maret 2009.

Sobari menuturkan, proposal sudah diterima oleh salah satu staff  bagian Kesra. Namun sudah setahun ini belum ada realisasi. Tak hanya itu, ternyata aksi FN juga menipu Warno dan Slamet Riadi keduanya warga Dukuh Sodomas, Kecamatan, Doro. Keduanya dijanjikan akan dibantu proses pemasangan jaringan listrik PLN, dan FN minta uang Rp 1 juta dengan alasan untuk mengurus administrasi pemasangan jaringan tersebut. Ternyata juga tidak ada realisasinya,

"Saya yang malu mas, sebab kedua warga itu kenal  FN melalui saya, tentunya saya yang ditagih, saya sudah pernah berupaya menemui di kantor bagian Kesra, tapi menurut salah satu staff di Kesra tidak kenal FN,” Ujar Sobari lagi.

hal itu dibenarkan Slamet warga Paninggaran Kabupaten Pekalongan, pamong Desa Paninggaran membenarkan dirinya menjadi korban Fn. Pasalnya ia telah mengeluarkan uang Rp 900.000 untuk pemasangan jaringan listrik. Namun hampir 1 tahun ini, tidak ada realisasi. Bahkan FN sulit ditemui untuk dimintai pertanggungjawaban. "Saya sudah memberi uang Rp 900.000 tapi tidak ada realisasi, saya menghimbau kepada warga lainya jika ada seseorang bernama FN warga Bojong yang mengaku sebagai pegawai bagian Kesra Setda Pekalongan jangan dipercaya, karena saya sudah tertipu olehnya," kata slamet emosi

Kasubag Kesra Setda Kabupaten Pekalongan, Abdurrohman, ketika dikonfirmasi membantah jika orang yang bernama FN atau Fahrudin itu adalah pegawai Bagian Kesra. Ia malah mengaku menjadi korban penipuan dari oknum yang sama. Menurut Mbah Dur panggilan akrab dari Abdurrohman, bahwa orang yang mengaku bernama FN itu sebetulnya bernama Fahrudin. ”Kepada saya, ia mengaku keponakan Kiai Izzur, salah satu ulama ternama di Kabupaten Pekalongan,” ujar mbah Dur.

Menurutnya, ia juga menjadi korban Fn alias Fahrudin, saat itu Fn menjanjikan akan membantu proses pemasangan instalasi listrik dan titip uang sebesar Rp 2 juta. Setelah ditunggu ternyata tidak ada realisasi, terpaksa uang titipan itu diminta, namun hanya di kasih separo saja yaitu Rp 1 juta. Sedangkan yang satu juta lagi sampai sekarang belum kembali. “Saya pesan kepada warga agar hati-hati jika ada orang yang bernama Khaerudin ataupun Fahrudin yang mengaku sebagai pegawai Kesra, karena di bagian Kesra tidak ada pegawai dengan nama tersebut, dia hanya mengaku-aku saja,” pesan Mbah Dur.

Hingga berita ini ditulis, FN alias Fahrudin belum bisa dikonfirmasi.