Media Harus Imbang Beritakan Dunia Islam
-Laporan Zaenal Muttaqin
Rabu, 25/05/2016, 03:15:27 WIB

Dr. Daud Abdullah, direktur Middle East Monitor (MEMO) lembaga pemantau Timur Tengah berbasis di Inggris (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Jakarta) - Direktur lembaga pemantau Timur Tengah Middle East Monitor (MEMO) berbasis di Inggris Dr. Daud Abdullah mendesak media-media khususnya media Barat untuk memberikan informasi yang berimbang dalam pemberitaan, khususnya terkait isu Timur-Tengah dan dunia Islam.

“Pemberitaan media Barat tentang isu-isu Timur-Tengah dan dunia Islam bervariasi antara satu dengan lainnya, kepentingan keuangan dan pengaruh politik dari media besar telah memengaruhi kebijakan editorial surat kabar serta stasiun TV dan radio,” katanya kepada wartawan di sela-sela Konferensi Internasional Media Islam (International Conference of Islamic Media – ICIM) yang digelar di Auditorium Adhyana, Wisma ANTARA, Jakarta, Rabu 25 Mei 2016.

Konferensi ICIM merupakan upaya lanjutan dari berbagai media terkemuka yang digagas Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency), bekerjasama dengan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, dan Harian Republika guna menyeimbangkan berita-berita Barat yang selama ini mendiskreditkan Islam.

Daud mengatakan, banyak fakta-fakta yang didistorsi, ditekan dan ditutup-tutupi, serta akhirnya kebenaran selalu menjadi korban pertama timbulnya konflik yang sering mengakibatkan perang saudara.

“Sebuah fakta palsu dibangun untuk mengorbankan kebenaran, dan ketika kebenaran menjadi korban maka demokrasi akan rusak. Hal ini tidak ada yang lebih jelas lagi daripada campur tangan militer Barat di Timur Tengah,” ujar Daud.

“Disadari mautau pun tidak, wartawan ikut serta berkontribusi dalam pemalsuan fakta dan menyebarkan informasi yang salah. Sebenarnya, perang itu terjadi akibat dari informasi yang salah,” imbuhnya.

Dikatakan, semua informasi yang disebarkan oleh media, kemudian diolah dan dimanfaatkan oleh intelijen untuk kepentingan mereka. "Bahkan, invasi yang terjadi di Kuwait berawal dari peran seorang jurnalis,” ungkapnya.

Daud berharap, dengan diselenggaranya Konferensi ICIM, media-media akan bersatu, khususnya dalam pemberitaan tentang dunia Islam dan isu-isu penting yang terjadi di Timur-Tengah, bisa disebarkan secara berimbang, valid, dan bisa dipertanggungjawabkan.