Dua Jembatan Rusak, Ratusan KK Terisolir
ZM-Zaenal Muttaqin
Rabu, 28/04/2010, 20:07:00 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Bantarkawung) - Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Desa Tambakserang dan Waru, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah, kini mengalami kesulitan transportasi. Hal itu terjadi setelah rusaknya dua jembatan, yakni Jembatan Cikarang di Desa Tambakserang dan Jembatan Ciruyuk di Desa Waru, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Camat Bantarkawung, Gunarto SIP MSi melalui Kasi Sosial, Dalmadi SH MSi, Rabu 28 April 2010 siang membenarkan kedua jembatan tersebut rusak, sehingga tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Hal itu berpengaruh pada perekonomian kedua desa tersebut. "Kedua jembatan itu rusak setelah pondasi dan badan jembatannya ambrol, sehingga kendaraan roda empat seperti mobil angkutan tidak bisa lewat," ujar Dalmadi saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, warga terpaksa menggunakan kendaraan ojek untuk menuju pusat pemerintahan baik desa, kecamatan maupun ke pasar. "Satu-satunya transportasi yang bisa lewat hanya ojek sepeda motor yang ongkosnya cukup mahal," ujarnya.

Ditambahkan, kerusakan jembatan itu telah dilaporkan ke Bupati Brebes melalui Dinas terkait. "Sudah kami laporkan ke Bupati," ucap Dalmadi.

Kepala Desa (Kades) Tambakserang, Nurhadi ketika dihubungi mengatakan, jembatan Cikarang yang panjangnya 8 meter lebar 3 meter, rusak setelah diterjang arus deras pada Jumat 23 April 2010 malam. Selain itu rumah Tohid (30), warga RT 01 RW 08 Dukuh Karanganyar, rusak pada bagian belakangnya setelah tertimbun tanah longsor. "Malam itu hujan deras, selain jembatan rumah warga juga tertimbun longsor sehingga mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta," kata Nurhadi.

Jembatan Cikarang merupakan satu-satunya penghubung bagi ratusan warga yang tinggal di Dukuh Karangtegah, Tambakserang. "Ada 104 KK yang tinggal di Karangtengah dan kini mengalami kesulitan transportasi," tuturnya.

Kades Waru, Wastam Soeganda, mengatakan Jumat malam Jembatan Ciruyuk dengan ukuran panjang 7 meter dan lebar 6 meter dan satu-satunya penghubung bagi ratusan warga di Dukuh Ciruyuk, ambrol akibat diterjang arus sungai setelah hujan deras. Selain itu, terjadi keretakan tanah di Dukuh/Desa Waru, yang menyebabkan rumah milik Rasman (40) dan Rusmanto (50) serta Tarmi (25) warga setempat, mengalami retak-retak pada dindingnya. "Selain jembatan ambrol, ada beberapa rumah warga mengalami retak-retak akibat tanahdi sekitarnya retak-retak pula," katanya.