350 Mahasiswa Poltek HB Ikuti Seminar Kefarmasian
-Laporan SL Gaharu
Jumat, 20/05/2016, 08:59:42 WIB

Ratusan mahasiswa Prodi D3 Farmasi Poltek HB Tegal saat mengikuti Seminar Kefarmasian (Foto: MataKampus)

PanturaNews (Tegal) - Penggunaan obat tradisional atau biasa disebut herbal, memang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Bahkan banyak produk herbal ini yang sudah dikemas modern dengan khasiat yang sama.

Dengan adanya fenomena ini, Himpunan Mahasiswa Prodi D3 Farmasi Politeknik Harapan Bersama (Poltek HB) Tegal, Jawa Tengah, mengadakan Seminar Kefarmasian bertempat di Audithoium gedung C Kampus Politknik Harapan Bersama Tegal, dengan tema “Herbal Medicines”,  dengan pembicara, Dr. Gunawan Pamudji Widodo,M.Si, Apt, dari Universitas Setia Budi Solo, Rabu 18 Mei 2016.

Seminar Kefarmasiandiikuti kurang lebih 350 mahasiswa prodi D3 Farmasi Poltek HB. Seminar memaparkan bahwa produk herbal aman di kosumsi dan banyak manfaatnya, karena produk herbal tidak selamanya buruk.

Dipaparkan, bahwa produk- produk herbal juga sudah banyak di pasarkan di apotik-apotik, mengingat manfaatnya yang luar biasa dengan efek samping yang tidak membahayakan bahkan tanpa efek samping, maka produk herbal banyak di buru masyarakat dari pada obat-obatan yang berbahan kimia.

Hal ini juga disebabkan, karena meningkatnya prevalensi penyakit-penyakit degeneratif yang umumnya belum dapat ditangani secara tuntas dengan pengobatan modern. Maka tak heran jika sampai saat ini pengobatan herbal, banyak diminati oleh kelompok masyarakat yang berpendidikan rendah, namun juga telah dimanfaatkan oleh masyarakat yang berpendidikan tinggi.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara ,Wakil Direktur 1 Poltek HB Tegal, Arfan Haqiqi Sulasmoro,M.Kom mengemukakan bahwa herbal adalah ilmu turun temurun dari leluhur.

“Pada jaman dahulu obat terbuat dari bahan-bahan herbal, maka tidak lupa akan resep herbal pada jaman dahulu, tinggal kita mengembangkannya secara modern,” ujarnya.

Dr. Gunawan Pamudji Widodo mengemukakan, bahwa herbal bisa untuk mengobati penyakit selama kita tahu akan dosis bahan herbal itu. Tetapi doa kepada yang Kuasalah jangan sampai dilupakan, karena dialah yang menciptakan penyakit dan obatnya.

“Maka kita harus tetap berikhtiar untuk bisa meminta kesembuhan kepada yang Maha Kuasa,” tuturnya.

Menurut Ketua Panitia, Siti Nur Azizah, acara ini dilakasanakan bertujuan agar mahasiswa khususnya D3 Farmasi, mampu mengembangkan pengetahuan tentang obat-obatan herbal. Mahasiswa juga dapat termotivasi mengembangkan produk herbal, dan bisa untuk berwirausaha dengan obat-obatan herbal agar tidak selamanya jadi karyawan.