![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Politeknik Harapan Bersama (Poltek HB) Kota Tegal, Jawa Tengah, menggelar acara Kuliah Umum dengan tema ‘Be Healthy And To Be Enterpreuner Midwifery With Emotional Healing”, di Kampus Poltek HB.
Acara yang diikuti 300 mahasiswa kebidanan, juga dihadiri oleh sivitas akademika, Yayasan, Kepala Prodi, Kepala Unit, dengan narasumber Yessie Aprillia, SsiT, M.Kes dari Jakarta, jumat 13 Mei 2016 lalu.
Menurut Yessie Aprillia, SsiT, M.Kes yang merupakan bidan dan seorang penulis buku, bahwa profesi bidan tidak hanya membantu untuk melahirkan saja, tetapi banyak yang bisa dilakukan dari profesi kebidanan dengan adanya inovasi-inovasi yang lain.
“Seperti saya ini, selain menjadi bidan saya juga seorang speaker pada acara seminar dan juga seorang trainer hypnobirthing. Saya juga seorang pelatih untuk melahirkan dengan menyenangkan. Jadi dengan adanya kuliah umum ini, akan memecahkan mitos kalau melahirkan itu sakit,” tutur Yessie Aprillia.
Dengan adanya kuliah umum, kata Yessy, bisa memotivasi seluruh mahasiswa agar bisa menggali potensi-potensi akan profesi kebidanan, dan bisa menjadi pendamping ibu hamil yang baik.
Sementara Direktur Politeknik Harapan Bersama Tegal, Mc. Chambali, B.Eng. E,M.Kom menyampaikan, Kuliah Umum diadakan dalam rangka meningkatan pengetahuan mahasiswa. Selain itu juga untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa dan lainnya.
Dikatakan, salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa, adalah dengan melaksanakan Kuliah Umum dengan materi/topik yang dianggap penting.
“Kuliah Umum merupakan kegiatan perkuliahan yang menghadirkan praktisi dari industry atau instansi, serta para pakar dari kalangan perguruan tinggi untuk memberikan wawasan kepada para mahasiswa,” tutur Mc. Chambali.
Lebih lanjut dijelaskan, Kuliah Umum diselenggarakan dalam bentuk ceramah dan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang berkaitan dengan bidang ilmu kebidanan. Dengan ini tenaga pendidik mempunyai tugas untuk mempersiapkan peserta didik menjadi tenaga kesehatan yang berjiwa nasional, dapat diandalkan secara professional dan memiliki rasa etis guna mengemban tugas dalam melaksanakan pembangunan nasional.
“Upaya tersebut tergambar dalam proses belajar yang meliputi aspek pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang sesuai dengan standart profesi,” ujarnya.