![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Masyarakat maupun pengunjung kawasan Obyek Wisata (OW) Pantai Randusanga Indah (Parin) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini mulai resah dan menyayangkan. Hal itu menyusul keberadaan para Pemandu Lagu (PL) yang berasal dari luar daerah, belakangan ini mulai singgahi di sejumlah rumah makan yang ada di sekitar area obyek wisata tersebut.
Keberadaan para PL tersebut dianggap masyarakat sering membuat kericuhan bagi para pemuda setempat maupun pengunjung. Apalagi diisukan sejumlah rumah makan disitu menyediakan minuman keras (miras).
Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, dimana para pemuda setempat dan pengunjung terlibat kericuhan, yang diduga akibat keberadaan para PL dan miras yang disediakan oleh pemilik rumah makan di sekitar area Parin.
Menanggapi hal itu, menejer Parin, Prayitno membantah, jika rumah makan yang berada di sekitar area Parin menyediakan para PL dan miras. "Itu tidak benar sama sekali," tepis Prayitno saat dikonfirmasi, Kamis 12 Mei 2016.
Menurut dia, pihaknya sudah memberikan larangan kepada pemilik rumah makan di sekitar area Parin, untuk tidak menyediakan PL maupun miras. "Kalaupun ada PL, itu yang membawa pengunjung sendiri, termasuk miras," katanya.
Dia menambahkan, disejumlah rumah makan yang ada di kawasan Parin memang menyediakan tempat karaoke. Namun, hal itu hanya sebagai pelengkap bagi para pengunjung yang menyantap hidangan, atau para tamu yang melaksanakan kegiatan rapat-rapat.
"Untuk para pengunjung maupun Pedagang Kaki Lima (PKL), termasuk sejumlah rumah makan di kawasan Parin, ini ditutup sampai pukul 21.00 WIB. Tidak hari-hari biasa maupun libur, kawasan Parin ini ditutup hingga pukul 21.00 WIB," terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Pemkab Brebes, Amin Budiraharjo membenarkan, bahwa di rumah makan yang ada kawasan Parin dilarang menyedikan PL maupun miras.
"Kalaupun ada, ya biasanya mereka datang dan membawanya sendiri. Kami juga sudah memberikan sosialiasi kepada para PKL maupun pemilik rumah makan di kawasan Parin, supaya tidak menyediakan PL dan miras. Dan perlu diketahui bahwa di kawasan Parin ini, tidak ada cafe, adanya rumah makan. Mungkin para pengunjung atau masyarakat menyebutnya sendiri cafe, begitu," jelasnya.
Pihaknya berharap kepada para PKL maupun pemilik rumah makan, termasuk masyarakat setempat juga pengunjung, untuk bisa saling menjaga etika demi kenyamanan kawasan Parin.
"Kami juga akan terus melakukan pembinaan dan sosialiasi kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kawasan Parin, agar para pengunjung semakin tertarik mengunjungi salah satu obyek wisata yang ada di Kabupaten Brebes bagian pantura ini. Tentunya, kami juga akan terus melakukan pembenahan kawasan Parin agar lebih cantik lagi," tandasnya.