Kebiasaan Gotong Royong Jangan Dihilangkan
-Laporan Takwo Heriyanto
Rabu, 11/05/2016, 07:21:24 WIB

Narjo SH saat membuka Bulan Bhakti Gotong Royong (BBGRM) XIII di Lapangan Desa Sutamaja (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Kebiasaan gotong royong yang tumbuh ratusan tahun di masyarakat Indonesia jangan sampai hilang akibat ditelan kemajuan jaman. Sebab kegiatan gotong royong telah menjadi nafas kehidupan bermasyarakat, baik di kota maupun di desa. Dan menghasilkan berbagai hasil karya tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

Demikian disampaikan Bupati Brebes, Jawa Tengah, Hj Idza Priyanti SE dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Brebes, Narjo SH saat membuka kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong (BBGRM) XIII dipadukan dengan kegiatan Hari Gerak Kesatuan PKK ke 44 di Lapangan Desa Sutamaja, Kecamatan Kersana, Rabu 11 Mei 2016.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan kenthongan oleh Wakil Bupati Brebes didampingi, Asisten Ekbang dan Kesra Moh Iqbal, Asisten Administrasi Kustoro, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan (BPMDK) Rofiq Qoidzul Adam, Anggota Dewan Warsudi dan Khariroh, Ketua TP PKK Kab Brebes Ny Sri Legiastuti Narjo dan perwakilan Forkopimda.

Bulan Bakti Gotong Royong, lanjutnya, bisa mempercepat proses keseimbangan pembangunan antara perkotaan dan perdesaan. Karena dalam pelaksanaannya didukung partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat.

Gotong royong yang telah menjadi ciri khas budaya bangsa Indonesia dalam perjalanannya mulai tergerus oleh pengaruh budaya luar yang sangat individual. Berbagai sifat dasar dari gotong royong mulai terkikis seperti rasa kebersamaan, kepekaan sosial, tegur sapa dan bercengkrama serta kesadaran saling membantu juga sudah mulai luntur.

“Mari kita galakan terus dengan penuh semangat,” ajaknya.

Sementara Sri Legiastuti mengajak kepada seluruh Anggota PKK untuk terus meningkatkan perannya di masyarakat. Berbagai kegiatan yang digelar PKK hendaknya menjadi ladang pengabdian yang bisa membawa kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, juga diserahkan santunan pendidikan dari Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) kepada 50 orang anak kurang mampu. Juga digelar pengobatan gratis dan pasar murah.

Pasar murah yang dijajakan oleh mendapat antusiasme warga. Pasar murah yang dijajakan oleh PKK, GOW, Darma Wanita dan SKPD ludes sekejap. “Saya senang ada pasar murah. hanya dengan membayar Rp 20.000,- bisa mendapatkan sembako seharga Rp 40.000,-,” tutur Marni salah seorang pembeli.