![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) – Sekitar 70 peserta mengikuti sosialisasi tentang diskriminsi tenaga kerja wanita, yang digelar oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tegal, di sanggar Pramuka, Jalan Hang Tuah Kota Tegal, Jawa Tengah, Selasa 27 April 2010.
Komite Persiapan Jaringan Pekerja Buruh (KPJPB) Kota Tegal, Slamet Hidayat mengakui, selama ini memang belum ditemukan diskriminasi terhadap tenaga kerja wanita di Kota Tegal. Namun, hak normatif buruh banyak yang dilanggar. Terlebih, banyak perusahaan yang tidak memberikan asuransi dan upahnya tidak didaftarkan ke dinas. “Ada 2 perusahaan di Kota Tegal yang kami temukan, yang jumlah buruhnya mencapai 70 – 100 orang. Mereka tidak diberikan asuransi dan UMK-nya masih minim,” jelas Slamet.
Slamet minta, supaya dinas terkait untuk melakukan pengawasan dan perlindungan secara maksimal. Karena, beberapa kasus seperti itu masih banyak dan belum terselesaikan. “Diharapkan Disnaker dan Pemkot, bertanggung jawab untuk mengawasi berlakunya UMK,” pintanya.
Kepala Dinsosnakertrans, Sumito SIP mengatakan, maraknya pelecehan terhadap pekerja wanita dan anak anak usia dini, pihaknya akan memberikan sanksi kepada perusahaan terkait. Karena dalam UU Nomor 13 pasal 6 tahun 2003, disebutkan setiap pekerja harus disamakan tanpa ada diskriminasi.
“Jika kami menemukan perusahaan yang tidak menghargai tenaga wanita, kami akan mengundang dan akan memberikan sanksi sesuai yang berlaku,” tegas Sumito.
Namun hingga kini, tidak ditemukan adanya diskriminasi terhadap pekerja wanita. Namun, pihaknya akan melakukan pantauan keseluruh perusahaan yang mayoritas memperkerjakan tenaga wanita. “Pekerja wanita disini, lebih banyak disektor industri,” imbuhnya.
Diakui, pekerja di Kota Tegal lebih dominan adalah laki laki. Terbukti, jumlah laki laki mencapai 2449 orang dan wanita hanya 1498 orang. Jumlah itu tersebar di 466 perusahaan. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan terjadinya diskriminasi.
“Sejauh ini, kami belum menemukan perusahaan yang arogan,” pungkasnya.