Ingin Jadi Tukang Sapu Dimintai Pelicin Rp 10 Juta
-Laporan Takwo Heriyanto
Kamis, 28/04/2016, 05:40:01 WIB

Lanang didampingi kerabatnya menghadap Bupati Brebes dan mengadukan nasibnya (Foto: Dok/Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Bermaksud ingin meneruskan almarhum ayahnya, Tarsan yang berprofesi sebagai tukang sapu jalanan di sekitar komplek Pasar Induk Brebes, seorang remaja bernama Lanang (19), diduga dimanfaatkan oleh oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berada di lingkungan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Lanang yang masih duduk di bangku kelas XII SMA Negeri 3 Brebes dan tinggal menunggu pengumuman kelulusannya ini, merasa sangat terbebani hidupnya setelah ditinggal ayah kandungnya itu.

Pasalnya, warga Kelurahan Pasarbatang RT 02 RW 2, Kecamatan Brebes ini, dimintai oleh oknum PNS untuk membayar uang sebesar Rp 10 juta, apabila ingin meneruskan kerja almarhum ayahnya sebagai tukang sapu.

Uang sebesar Rp 10 juta yang diminta oleh oknum PNS itu, diduga sebagai pelicin.  Tentu saja, karena ia berasal dari keluarga tidak mampu dan tidak sanggup untuk membayarnya.

Namun sebelumnya oknum PNS yang tidak bermoral itu menyebutkan, jika ada yang berani pasang tarif Rp 20 juta untuk menggantikan pekerjaan almarhum ayahnya sebagai tenaga kontrak tukang sapu yang bayarannya sekitar Rp 900 ribu.

Tidak sampai disitu saja, saat Lanang menghadap oknum PNS itu menyebutkan ada penurunan uang pelicin, dari yang sebelumnya Rp 10 juta, lalu menjadi Rp 5 juta, hingga terakhir hanya meminta sebesar Rp 2,5 juta.

"Uang dari mana sebesar itu. Orang buat makan keluarga sehari-harinya saja, saya merasa kesusahan,” kata Lanang saat mendatangi Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti SE, hendak mengadu atas persoalan yang dihadapinya di Kantor Bupati, Kamis 28 April 2016.

Diakui Lanang, dirinya terpaksa mengadu kepada Bupati Brebes karena dimintai oknum PNS tersebut untuk memberikan Rp 10 juta, jika ingin pekerjaan almarhum ayahnya sebagai tukang sapu jalanan di sekitar komplek Pasar Induk Brebes bisa diteruskan.

 "Tapi, sebelumnya saya sudah 2 bulan menggantikan tugas bapak yang sakit-sakitan sebagai tukang sapu di Pasar Induk Brebes. Ini saya lakukan agar nafkah keluarga tidak terputus,” tuturnya.

Terpisah, aktifis KOMPAK Brebes yang dikoordinatori Aris Maulanan, mencoba menggalang dana simpatik kepada para sopir yang lewat di seputar jalan protokol Jenderal Soedirman Brebes. Penggalangan tersebut sebagai upaya untuk memberi uang pelicin atas permintaan oknum PNS tersebut.

“Penggalangan dana ini sebagai uang simpati kepada Lanang, dan selanjutnya akan diberikan kepada oknum PNS yang meminta uang pelicin tersebut,” kata Aris.

Sementara Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti SE yang pas kebetulan berada di kantornya, menyambut dengan baik atas kedatangan Lanang yang didampingi kerabat dan saudaranya. Atas pengaduan yang disampaikan Lanang ini, Idza berjanji akan mengusut tuntas oknum PNS yang memintai uang pelicin tersebut.

“Saya akan menindak oknum tersebut, apabila ada bukti pemerasan terhadap warga saya yang mau bekerja,” tegas Idza. Bupati juga menjamin kepada Lanang untuk bisa meneruskan profesi almarhum ayahnya sebagai tukang sapu jalanan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang mendapat tautan permasalahan tersebut dari @BrebesInfo melalui akun twitternya, turut memberikan respon positif meskipun hanya singkat. Adapun jawaban yang disampaikan orang nomor satu di Jawa Tengah itu, memberikan komentar "Lha niki coucok..".

Bahkan, di media sosial seperti di Facebook yang statusnya dibuat oleh @WongPemali juga banjir pujian dari nitizen. Salah satunya dari @Hadi Yanto: Mantap mz dah mmbantu orang kecil sukses selalu.

Tak ketinggalan Lanang yang memiliki akun facebook bernama @Lanang Sanga Pithu, juga turut memberikan ucapan terimakasihnya. "Makasih buat semuanya atas bantuanya bpa dan ibu yg mendukung," kata @Lanang Sanga Pithu.

Berharap dengan adanya persoalan tersebut, tidak ada oknum PNS ataupun oknum yang tidak bertanggung jawab seperti yang dialami tukang sapu jalanan, Lanang, untuk meminta uang pelicin, semoga.