![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Jumlah guru PNS di Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sangat minim sehingga Guru Tidak Tetap (GTT) yang hanya berhonor Rp 200 – 500 ribu per bulan, menjadi andalan untuk mengisi kekurangan tenaga pengajar.
Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Sirampog, Hudiyanto mengungkapkan, jumlah guru PNS yang ada di Kecamatan Sirampog hanya 161 orang, dan jumlah Sekolah Dasar (SD) sebanyak 33 sekolah.
"Rata-rata tiap SD hanya memiliki tiga guru PNS," katanya, Senin 25 April 2016.
Jumlah guru PNS yang sangat minim itu terbantu dengan adanya GTT. Untuk saat ini total jumlahnya mencapai 158 orang yang tersebar di seluruh sekolah.
"Keberadaan GTT sangat berperan bagi jalannya pendidikan di Kecamatan Sirampog," kata Hudiyanto.
Peran GTT ini banyak menggantikan guru PNS yang jumlahnya terbatas. Bahkan sekolah tidak akan mampu beroperasi jika tidak dibantu guru honorer. Terlebih distribusi guru yang tidak seimbang menyebabkan banyak sekolah kekurangan tenaga pengajar.
Kualitas GTT juga bagus, dengan rata-rata sarjana dari Perguruan Tinggi ternama. GTT umumnya juga memiliki keahlian di bidang teknologi informasi (IT), sementara tidak banyak guru PNS yang memiliki kemampuan itu.
"Adanya kemampuan IT itu sangat membantu di bidang administrasi dan hal lain yang saat ini banyak sudah menggunakan sistem komputerisasi," ungkap Hudiyanto.
Meski perannya sangat besar, GTT saat ini masih diberi honor rendah dan jauh dari standar upah minimum regional (UMR). Informasi yang berhasil diperoleh, honor GTT berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu, tergantung kemampuan masing-masing sekolah.
GTT hanya mengantongi surat tugas dari Kepala Sekolah yang bersangkutan, memiliki tugas dan tanggung jawab GTT dalam pendidikan, juga sama dengan guru PNS yang gajinya bisa 10 kali lipat dari GTT dan juga ada tunjangan sertifikasi.
"Untuk tugas dan kewajibannya sebagai pengajar sama tidak berbeda dengan guru PNS," tandas Hudiyanto.