![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Danrem 071/ Wijaya Kusuma, Kolonel Inf Dwi Wahyu mengatakan, ada sebanyak 2.300 personel gabungan dari TNI, P0lri dan unsur pendukung lainnya, siap mengamankan kegiatan kunjungan Presiden Jokowi ke Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Senin 11 April 2016.
Hal itu disampaikan usai memimpin apel gelar pasukan pengamanan kunjungan Presiden Jokowi ke Brebes, di Stadion Karangbirahi, Minggu 10 April 2016 siang. Menurutnya, untuk semua titik pengamanan sudah diploting dan setiap titik mulai saat ini sudah ditempatkan para personelnya.
"Semua sudah dipersiapkan secara matang. Kami percaya masyarakat Brebes santun dan damai, sehingga tidak ada niat-niat yang akan menggagalkan kunjungan presiden ini," ujarnya.
Dia menjelaskan, kedatangan Presiden RI itu merupakan suatu kerhormatan, khususnya bagi masyarakat Brebes. Untuk itu, masyarakat pun wajib ikut aktif dalam upaya pengamanan tersebut, sehingga kunjungan presiden itu aman dan nyaman.
"Ini suatu kehormatan bagi kita semua, jadi wajib mengamankan supaya kunjungan presiden aman dan nyaman," katanya.
Sementara Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE mengatakan, Pemkab Brebes saat ini sudah siap menerima kunjungan Presiden Jokowi, seluruhnya juga sudah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.
Presiden Jokowi berkunjung ke Brebes dalam rangka sinergi aksi untuk ekonomi rakyat. Dimana, Brebes sudah sangat terkenal dengan ikon bawang merah dan itu yang akan diangkat.
Selain bawang merah, dalam ekonomi rakyat itu akan disinergikan dengan beberapa program-program nasional yang akan dijadikan pilot projek untuk bisa disebarluaskan ke daerah-daerah lain. Diantaranya, sertifikat tanah, pemberian modal bagi petani, pemberian alat pertanian dan benih.
"Ini termasuk juga gerakan bagaimana para petani menggunakan lembaga keuangan, baik untuk menabung atau layanan perdagangan," terangnya.
Hingga berita ini diturunkan, semua personil gabungan sudah berada di titik-titik lokasi pengamanan.
Sebagaimana diketahui, agenda kunjungan Presiden RI, Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi di Kabupaten Brebes 11 April 2016, adalah terkait kegiatan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang berencana menjadikan Kabupaten Brebes sebagai proyek percontohan untuk program pengentasan kemiskinan terpadu.
Menurut Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Koperasi dan UMKM, Yulius, pada acara ini nantinya setiap kementerian atau lembaga harus berperan untuk mengurangi kemiskinan di Brebes.
Sebagai contoh adalah Kementerian Perdagangan yang dapat fokus kepada perdagangan bawang di Brebes, dan Kementerian ATR yang dapat fokus untuk proses sertifikasi tanah serta yang lainnya lagi.
Bupati Brebes juga berharap usul saran dan masukan terkait persiapan yang harus dilakukan agar pada saat pelaksanaan semuanya sudah siap, sehingga kegiatan juga dapat berjalan lancar, sukses dan sesuai dengan yang diharapkan bersama.
Dalam Rakor yang digelar beberapa waktu lalu, hadir Kepala Biro, Asisten Debuti para direktur di jajaran Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Tegal.
Hadir pula Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal, Korem 071/Wijaya Kusuma, Komandan Kodim 0713 Brebes, Kantor Pelayanan Bea Cukai Kota Tegal, Polres Brebes, serta beberapa Kepala SKPD terkait di jajaran Pemerintah Kabupaten Brebes.