![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Ratusan warga Desa Sigentong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali melakukan aksi demo di tiga titik, menuntut dibuat jalan terowongan akibat imbas proyek jalan tol Pejagan-Pemalang.
Mereka melakukan aksi di tiga titik, yakni titik pertama di depan halaman Kantor Bupati Brebes, kemudian depan Pendopo dan terakhir di depan Kantor Pejagan Pemalang Toll Road (PPTR), Kamis 17 Maret 2016.
Aksi demo di tiga titik dilakukan, karena saat aksi pertama di depan halaman Kantor Bupati, tidak bisa bertemu langsung dengan Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti SE. Hal itu karena bupati tengah kedatangan tamu dari Kementerian RI.
Sehingga mereka menuju Pendopo Kabupaten Brebes, untuk bisa bertemu dan berdialog langsung dengan bupati melalui perwakilan. Usai bertemu dan berdialog langsung dengan bupati, merasa kurang puas atas jawaban-jawaban yang disampaikan bupati, selanjutnya aksi yang dikoordinatori oleh Iqbal dari Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB) itu, dilakukan di depan Kantor PPTR Desa Pangempon, Kecamatan Brebes.
Dalam dialognya itu, bupati menyampaikan bahwa pihaknya atas nama Pemkab Brebes siap memfasilitasi tuntutan warga Desa Sigentong, yang menghendaki dibuat jalan terowongan tol Pejagan-Pemalang yang melintas di desanya.
Namun demikian, tuntutan tersebut menurut pihak PPTR, terkendala faktor teknis, yang apabila PPTR membuat terowongan, maka dianggap bisa membahayakan keselamatan warga. Hal itu menyusul adanya pintu keluar yang lokasinya sekitar 200 meter dari jalan terowongan yang dikehandaki mereka.
"Kami hanya bisa memfasilitasi saja. Bahkan, kami (Pemkab) sudah merencanakan akan membuat jalur alternatif lain di sekitar lokasi. Termasuk akses jalan rusak akibat imbas tol Pejagan-Pemalang itu, juga akan dilakukan perbaikan oleh PPTR, sebagaimana yang sebelumnya telah di MoU kan beberapa waktu lalu," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, sebagai puncak kekecewaan kepada PT Pejagan Pemalang Toll Road (PPTR), ratusan warga yang mayoritas petani Desa Sigentong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokade proyek pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang yang melintasi wilayahnya tersebut, Kamis 10 Maret 2016.
Massa melakukan aksi blokade jalan tol Pejagan-Pemalang yang tengah dalam proses pengerjaan itu, lantaran tuntutan pembangunan akses jalan pertanian bagi warga tak kunjung dipenuhi olh pihak pelaksana proyek tol tersebut.
Aksi blokade jalan tol itu dilakukan mereka dengan membuat pagar dari bambu dan membakar ban. Akibat aksi penutupan jalan tol oleh petani itu, aktifitas pembangunan proyek tol menjadi terhambat. Puluhan truk pengangkut material bagi tol terpaksa berhenti karena jalan diblokade petani.