IPM Brebes Diupayakan Bisa Terus Meningkat Lagi
-Laporan Takwo Heriyanto
Selasa, 15/03/2016, 06:57:25 WIB

Bupati Brebes (kedua dari kiri) saat menghadiri mauidlatul khasanah Harlah IPNU dan IPPNU di pondok pesantren Darussalam (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes, Jawa Tengah, Hj Idza Priyanti SE menghadiri mauidlatul khasanah saat peringatan Hari lahir (Harlah) Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di pondok pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, Jatibarang Brebes, kemarin malam.

Dalam kesempatan itu, Idza mengucapkan selamat Harlah bagi pelajar NU. Dia mengingatkan agar pelajar NU tidak patah arang dalam menempuh pendidikan. Ada solusi bila mau membuka diri dan berusaha dengan maksimal. Bahkan Pemkab Brebes memberikan beasiswa bagi anak-anak yang berprestasi.

“Kejarlah cita-cita kalian, jangan patah arang,” kata Bupati.

Pemkab telah menyediakan Rp 18 Milyar bagi pelajar kelas IX yang mau melanjutkan ke jenjang SLTA. Bupati tidak ingin anak-anak Brebes tidak melanjutkan sekolah ke SLTA sehingga disediakan dana untuk melanjutkan sekolah demi terwujudnya wajib belajar 12 tahun.

Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Pelajar NU yang terus meningkatkan ilmunya di jenjang ilmu umum maupun ilmu agama. Karena dengan bersekolah telah membantu pemkab Brebes dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“IPM Brebes berada pada posisi 34 dari 35 Kabupaten Kota Se Jawa Tengah. Tahun depan, diupayakan bisa meningkat lagi pada posisi 30 se Jawa Tengah,” ucapnya.

Rais Syuriyah PB NU, KH Subhan Makmun yang hadir dalam kesempatan itu mengajak kepada pelajar NU Kabupaten Brebes untuk menorehkan prestasi sejak masih muda. Tanpa karya, kehidupan tiada makna karena tidak membekas dalam kehidupan di dunia maupun akherat. Bukankah pada hakekatnya kehidupan di dunia merupakan ladang persemaian di akherat?

Kiai mengingatkan, agar pelajar NU Brebes tidak menyesal, maka harus mengukir prestasi sejak masih pelajar. Sehingga ketika menginjak masa dewasa akan menikmati hasilnya.

“Bagaimana akan meraih mimpi kalau setiap hari hanya tidur pulas tak berkreasi dan berinovasi?” ucapnya dihadapan ribuan pengunjung yang mayoritas anggota IPNU-IPPNU itu.

Meski sudah menjadi tokoh nasional, tetapi Kiai Subhan mengaku menyesal akibat terlalu berleha-leha saat masih muda. Sehingga belum bisa mengukir prestasi yang gemilang.

“Saya saja termasuk yang belum bisa meraih mimpi bila dibandingkan dengan teman-teman saya yang sudah duduk di eksekutif, legislative maupun yudikatif di tingkat pusat,” ungkapnya.

Kiai menandaskan, kepada anggota IPNU-IPPNU untuk tidak berfikir nantinya mau jadi apa. Tetapi lakukan saja berbagai aktivitas positif dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga dengan mengukir berbagai prestasi sesuai bidang keahliannya.

Sedangkan KH Abbas Fuad Hasyim yang juga turut mengisi acara mewanti-wanti kepada pelajar NU untuk tidak menyentuh ISIS. Karena misi yang diemban oleh organisasi ISIS bukanlah misi ke Islaman namun hanya mengatasnamakan Islam. Terbukti dalam gerakannya sangat biadab dengan membunuh orang-orang yang tidak berdosa, selalu mengumbar gerakan radikalisme.

Untuk itu, di Indonesia jangan sampai ada ISIS, kalau sampai ada di negara kita, harus kita lawan, kita usir, dari Negara Indonesia. “Yang ada di Indonesia hanyalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas Kang Babas panggilan akrabnya.

NU memerangi radikalisme, sebab Islam itu berbudaya dan Islam tidak seperti perilaku dan tindakan ISIS yang selalu merugikan umat Islam itu sendiri.

Sementara Ketua PC IPNU Brebes, Ferial Farhan mengatakan pengajian umum digelar dalam rangka Harlah IPNU ke-62 dan IPPNU ke-61. Pengajian bertajuk majelis burdah rutin ta'lim dan zikir bersama harlah IPNU dan IPPNU Kabupaten Brebes. Selain pengajian umum, Harlah IPNU-IPPNU juga diisi dengan Estafet Tunas Aswaja, Pelatihan Jurnalistik dan Sekolah Aswaja.