![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Menjelang penilaian Adipura pada 15-17 Maret 2016, Bupati Brebes. Hj Idza Priyanti SE hingga malam hari memantau titik-titik obyek yang akan mendapat penilaian Piala Adipura. Bupati tidak ingin kecolongan satu point pun terlantar, sehingga benar-benar cermat kendati harus dilakukan hingga malam hari.
“Saya akan pantau terus hingga malam hari, lebih baik tidak tidur dari pada ada yang terlena,” kata Bupati di sela pemantauan akhir penilaian Piala Adipura, di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kaliwlingi, Brebes, Senin 14 Maret 2016.
Menurut Bupati, dirinya tidak ingin terlena dengan pengerjaan yang dilakukan oleh masyarakat yang didukung dinas terkait. “Meskipun sudah mendapat sertifikat Adipura tahun 2015, tetapi kita tidak boleh terlena bahkan harus mencermati satu persatu ceklis mana yang belum terpenuhi,” kata Bupati.
Dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki oleh masyarakat dan SKPD terkait, dia optimis Piala Adipura ada dalam genggaman pada tahun 2016. Dia sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat, pedagang, pihak keamanan dan seluruh elemen masyarakat yang telah bersama-sama bahu membahu mewujudkan Brebes yang bersih, hijau, aman, sehat, sejuk, teduh dan berkelanjutan.
Untuk meraih Piala Adipura, Idza telah membentuk tujuh kelompok kerja yang bertugas untuk melakukan pemantuan dan evaluasi internal. Masing-masing pokja mendapat tugas dan wewenang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Termasuk pasukan sapu jagat yakni Satgas Adipura yang bekerja dengan tidak pernah mengenal lelah.
“Adipura bukan hanya menjadi tanggung jawab Kantor Lingkungan Hidup saja, tetapi seluruh unsur SKPD, Camat, Lurah dan seluruh element Masyarakat,” tandasnya.
Pantauan diawali dari Sub Terminal Brebes, Pasar Induk Brebes, TPA Kaliwlingi, TPS Gandasuli, perkampungan, pertokoan, saluran irigasi, hingga taman-taman kota sampai malam hari di 40 titik pantau Adipura.
Kegigihan Bupati karena komitmennya yang kuat agar Kabupaten Brebes bisa meraih piala Adipura. Sebab, selama 18 tahun menanti, ternyata baru mampu mendapatkan sertifikat, belum piala. Hal ini perlu mendapat kesepahaman bersama agar Piala Adipura bisa dalam genggaman.
“Apapun, mari kita berbuat, kerja-kerja-kerja untuk meraih Piala Adipura,” tegasnya.
Capaian Kabupaten Brebes saat menerima Sertifikat Adipura baru berada pada rangking 77 dari 99 Kabupaten Kota se Indonesia yang masuk nominasi. Nilai yang didapat baru 72,38 dan nilai Tempat Pengelolaan Sampah (TPA) 63,79. Sedangkan untuk meraih piala Adipura harus mencapai nilai minimal 75 dengan nilai unsur TPA minimal 74.
“Tapi saya optimis, Brebes bakal meraih Piala Adipura 2016,” tekadnya.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Brebes, Edy Kusmartono menjelaskan, ada 40 titik pantauan penilaian yang harus digarap secara matang dan perlu mendapat dukungan seluruh lapisan masyarakat. Dari 40 titik tersebut, bisa menghasilkan poin penilaian yang meliputi 15 lokasi.
Tahun ini, lanjutnya, tidak ada penilaian tahap 1 dan tahap 2. Tetapi hanya 1 kali penilaian dan verifikasi data serta wawancara dengan Bupati selaku pemangku kebijakan. Unsur yang dinilai antara lain perumahan, jalan, pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah sakit dan puskesmas, bank sampah, dan fasilitas pengelolaan sampah.
“Mari kita wujudkan Brebes sebagai Kota Adipura yang sehat, bersih, indah, hijau, dan teduh yang berkelanjutan,” pungkasnya.