![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Seorang Guru Tidak Tetap (GTT) yang mengajar di SD Negeri 3 Krasak, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, ikut mendaftarkan diri dalam proses penjaringan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati (wabup), yang dibuka oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis 25 Februari 2016 siang.
GTT yang bernama Hilda Wibisono ini, mendaftarkan diri ke Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, dengan menggunakan sepeda ontel bersama Kyai Kurdi yang juga turut serta meramaikan bursa penjaringan kandidat yang dibuka oleh partai berlambang banteng moncong putih. Penjaringan balon untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Brebes pada 2017 mendatang.
Hilda panggilan akrabnya mengatakan, keinginan mencalonkan diri sebagai balon wabup dikarenakan ingin merubah nasibnya sebagai GTT, yang setiap bulan hanya digaji pihak sekolah sebesar Rp 400 ribu per bulan. Honor itupun akan habis untuk operasional semata sebagai pengajar yang jarak tempuh dari rumah ke sekolah sekitar sepuluh kilometer. Belum lagi untuk membiaya keluarganya yang memiliki tiga orang anak.
"Oleh karena itu saya berharap, jika kelak terpilih sebagai wakil bupati, selain akan memajukan pembangunan dan kesehjateraan masyarakat, juga berkeinginan kuat ingin mensehjahterakan nasib ribuan GTT di Kabupaten Brebes yang selama ini nasibnya terabaikan," ujar Hilda usai mengambil berkas formulir pendaftaran balon wabup.
Sementara itu, Kyai Kurdi, mengatakan pihaknya mengambil formulir berkas pendaftaran untuk mencalonkan sebagai balon Bupati Brebes. Pihaknya mengaku, sengaja tidak menggandeng orang yang berduit, melainkan seorang GTT untuk diangkat derajatnya.
"Kami optimis bisa lolos dalam penjaringan yang dilakukan oleh PDI Perjuangan Kabupaten Brebes yang dikenal sebagai partai wong cilik ini," ucapnya.