Tebing Jalan Longsor, Jalan Provinsi Tertimbun
-Laporan Zaenal Muttaqin
Kamis, 25/02/2016, 06:29:19 WIB

Beberapa pengendara sepeda motor hati-hati melintas di jalan bekas tertimbun longsor (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Hujan deras yang turun di wilayah Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, mengakibat longsor pada tebing setinggi tiga moter longsor dan menimbun badan jalan provinsi ruas Bumiayu - Sirampog, pada Rabu 24 Februari 2016 sekira pukul 17.30 WIB. Tepatnya di Dukuh Karangpucung, Desa Mendala atau depan Balai Desa setempat.

Longsor sepanjang lima meter itu mengakibatkan jalan sempat tidak dapat dilalui kendaraan karena tertimbun lumpur material longsor. Berkat kesigapan warga setempat bersama personil TNI Koramil 07 Sirampog, yang membersihkan timbunan longsor setebal 50 sentimeter itu, jalan dapat kembali dilalui kendaraan.

Tebing setinggi tiga meter yang longsor sepanjang lima meter berada persis di pinggir rumah milik Purwanto (41) warga setempat. Longsor terjadi saat hujan deras yang mengakibatkan air dari drainasi jalan di bagian atas meluap dan membanjiri lahan yang berbentuk terasiring tersebut.

"Luapan air besar sehingga mengakibat tebing gugur atau longsor," ujar Purwanto.

Selain itu, masih di sekitar lokasi itu juga dua titik tebing jalan porvinsi tersebut juga amblas masing-masing sepanjang lima meter. Pada bagian bawah jalan yang merupakan saluran irigasi sekunder Karanganyar juga rusak sepanjang 50 meter.

Camat Sirampog, Munaedi SH mengatakan, longsor akibat hujan deras pada beberapa titik telah ditinjau oleh intasi terkait. Pihaknya juga telah melaporkan ke Pemkab Brebes, melalui radio dan akan ditindak lanjuti dengan laporan tertulis.

"Laporan tertulis akan segera dikirim, saat ini sedang melengkapi berkasnya," katanya.

Kepada warga pengguna jalan raya Bumiayu - Sirampog, dihimbau untuk selalu berhati-hati. Saat hujan jalan tersebut rawan longsor baik pada dari tebing atas maupun tebing jalan itu sendiri.

"Hendaknya selalu hati-hati karena beberapa titik jalan rawan bencana longsor," ujar Munaedi.

Dikatakan, beberapa titik yang rawan longsor telah ada papan atau rambu peringatan. Warga dan juga pemerintah desa juga diminta untuk segera melaporkan jika ada kejadian longsor atau bencana lainnya.

"Laporan secepatnya agar segera mendapoat penanganan dan tidak membahayakan warga," tandas Munaedi.