Kantor Unit Polisi Pariwisata Sudah Tidak Layak Pakai
JAY-Riyanto Jayeng
Jumat, 23/04/2010, 16:23:00 WIB

Kantor Unit Polisi Pariwisata yang bertugas jaga di Obyek Wisata (OW) Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal sudah tidak layak pakai. (FT: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Unit Polisi Pariwisata yang bertugas jaga di Obyek Wisata (OW) Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal, Jawa Tengah, mengeluhkan kondisi fisik bangunan kantor tempat mereka bertugas.

Kanit Polisi Pariwisata (Polpar) Polresta Tegal, Aiptu Bambang Widagdo, Jumat 23 April 2010 mengatakan, kantor yang letaknya berdampingan dengan loket pintu masuk obyek wisata sering terendam air saat musim penghujan dan laut pasang.

“Terus terang saja, kantor tempat kami bertugas kondisinya sangat tidak layak. Jika musim penghujan, air masuk ke kantor dan menggenang dalam waktu yang lama. Belum lagi kalau air laut pasang. Kami sangat berharap ada renovasi kantor agar layak digunakan,” tutur Bambang.

Disisi lain Bambang juga mempersoalkan keterlambatan honor insentif dari Pemkot Tegal untuk tiga anggotanya. Menurutnya, dari 7 anggota unit Polpar, baru 4 anggota yang sudah menerima honor insentif.

“Anggota kami terdiri dari 7 orang, namun baru 4 yang sudah terima honor insentif dari Pemkot. Kami minta kepada Pemkot agar dalam pemberian honor insentif yang digunakan sebagai biaya penunjang tugas, jangan sampai terlambat. Kira-kira sudah 2 bulan ini tiga anggota kami belum terima honor insentif,” ungkap Bambang.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tegal, Ir HM Wahyudi mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan pembangunan kantor baru. Menurutnya, dalam tahun ini akan dilaksanakan pembongkaran kantor yang dijadikan pos jaga petugas unit Polpar.

“Kami sudah memikirkan hal itu dan dalam waktu dekat akan dilaksanakan pembongkaran kantor. Pemkot berencana akan membangun kantor baru yang lebih representatif. Untuk sementara kantor jaga unit Polpar akan dialihkan menempati salah satu ruangan di Monument Bahari,” jelas Wahyudi.

Kondisi kantor yang sudah tidak layak pakai dalam tahun ini akan mengalami perombakan secara keseluruhan. Demikian halnya dengan sarana wisata lain perlu perbaikan. “Kami secara rutin melakukan inventarisasi asset maupun sarana wisata untuk dilakukan perbaikan,” tambah Wahyudi.