![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Tumpukan sampah yang menyumbat di badan saluran air dan drainase, menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya luapan air yang mengakibatkan banjir. Demikian dikatakan anggota DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah dari Fraksi PKS Rofii Ali, Jumat 23 April 2010 saat mengkritisi kinerja Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tegal, atas terjadinya penumpukan sampah di badan saluran Jalan AR Hakim.
“Kami minta kepada DPU agar rutin memantau saluran dan saluran supaya tidak terjadi penumpukan sampah. Kami melihat adanya tumpukan sampah yang menyumbat di saluran Jalan AR Hakim tepatnya di depan Toko Roti Purimas. Kami yakin sekali di beberapa tempat lain pasti terjadi hal yang sama, dan belum pernah dibersihkan selama beberapa hari,” kata Rofii.
Lebih jauh dijelaskan, selaku dinas yang membidangi persoalan saluran dan drainase kota, idealnya DPU jeli melakukan kontrol terhadap keberadaan saluran dan saluran yang ada di dalam kota Tegal. Dikatakan, sejauh ini DPU terkesan lamban bertindak ketika mendapat laporan adanya penyumbatan sampah di badan saluran.
Secara terpisah, Kepala DPU Kota Tegal, Ir Gito Mursriyono menyampaikan terima kasih atas laporan adanya temuan penumpukan sampah di saluran. Menurutnya, laporan itu segera akan ditindak lanjuti. Dirinya membantah jika selama ini DPU dikatakan abai terhadap pemantauan saluran atau saluran.
“Kami ada jadwal rutin untuk selalu mengontrol kondisi saluran dan saluran yang membelah kota Tegal. Kami sadar, badan saluran semakin menyempit saat terjadi penumpukan sampah. Dan kami menyampaikan terima kasih kepada semua warga yang melaporkan adanya temuan penumpukan sampah di saluran. Kami akan segera tindak lanjuti dengan membersihkannya,” ujar Gito.
Ditambahkan, terkait persoalan sampah Gito berharap kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke saluran. Menurutnya, selain disebabkan oleh warga kota Tegal yang membuang sampah ke saluran, sampah-sampah itu juga disebabkan oleh pembuangan sampah dari hilir yang terhanyut sampai ke Kota Tegal,” tandasnya.