![]() |
|
|
Filsafat pendidikan adalah merupakan suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental baik yang menyangkut daya fikir(Intelektual) maupun daya perasaan(Emosional) menuju tabiat manusia.
Pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia yang berlangsung sepanjang hayat.Pendidikan selalu berkembang, dan selalu dihadapkan pada perubahan zaman. Untuk itu, mau tak mau pendidikan harus didisain mengikuti irama perubahan tersebut,apabila pendidikan tidak didisain mengikuti irama perubahan, maka pendidikan akan ketinggalan dengan lajunya perkembangan zaman itusendiri
Pendidikan juga suatu proses pembentukan karakter kepada manusia untuk mengarah kepada kemandirian hidup dalam hal ini diperlukan suatu penataan yang matang dan terencana oleh karena itu peran pendidikan diarahkan untuk upaya peningkatan kualitas manusia
Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara merumuskan hakikat pendidikan adalah sebagai usaha orang tua bagianak dengan maksud untuk menyokong kemajuan hidupnya, dalam arti memperbaiki tumbuhnya kekuatan ruhani dan jasmani pada anak. Dalam pemaknaan pendidikan,Ki Hajar Dewantara lebih menekankan pada peran orang tua terhadap anak untuk mencapai pendidikan yang sifatnya ruhani dan jasmani. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mendidik anak secara intensdan teliti.
Filsafat itu sangat penting dalam dunia pendidikan, mengapa? Karena dalam pengertian secara mendalam tentang filsafat itu sendiri mempunyai arti yang sangat positif yang dapat berdampak pula dalam kehidupan secara langsung, karena segala unsure makna yang terkandung dapat mengarahkan kejalan yang benar tanpa dibelok-belokkan kearah yang tidak jelas kebenaran nya.
Bahkan bila perlu filsafat itu menjadi landasan Negara kita akan tetapi tanpa mengesampingkan Pancasila dan UUD 1945 karena filsafat memaknai dirinya sebagai suatu konsep kebenaran yang mutlak dan abstrak
(Mega Khizbiyah adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon)