![]() |
|
|
Pernahkah andase bagai pendidik mengalami kejenuhan saat mengajar karena siswa tidak serius mendengarkan apa yang sedang jelaskan? Pernahkah anda berpikir anak tidak serius karena tidak tertarik metode yang digunakan? Pernahkah anda berpikiruntukmengubahmetodedengansuatu model pembelajaran yang menarik? Bagaimana metode atau model pembelajaran yang menarik? Tulisan ini disusun untuk membantu guru dalam mencari alternative pembelajaran terpadu di sekolah dasar.
Kurikulum sekolah seyogianya mengalami perubahan dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan ilmu, tuntutan dan kondisi kehidupan masyarakat yang terus menerus berubah. Seiring dengan perubahan ini pula, dalam system pendidikan Indonesia pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah, akan segera diberlaku kankurikulum berbasis kompetensi. Belajar akan menjadi lebih efektif apabila kegiatan belajar mengajar sesuai dengan perkembangan intelektual anak.
Selain itujuga guru di kelas perlu mengenal setiap anak didik dan bakat-bakat khusus yang mereka miliki, agar dapat memberikan pengalaman pendidikan yang dibutuhkan oleh masing-masing siswa untuk dapat mengembangkan bakat-bakat mereka secara optimal, sesuai dengan tujuan pendidikan. Anak usia sekolah dasar masih suka bermain, memiliki rasa ingin tahu yang besar dan mudah terpengaruh lingkungan.
Dengan demikian pembelajaran di sekolah dasar harus diusahakan dalam suasana yang menyenangkan. Untuk itu guru perlu mengetahui prinsip belajar sambil bermain dan prinsip keterpaduan, karena anak usia sekolah dasar masih berada pada tahap perkembangan yang bersifat holistic.
Pembelajaran terpadu model integrated merupakan pembelajaran yang memadukan beberapa matapelajaran dengan memprioritaskan konsep-konsep, keterampilan-keterampilan dan sikap yang dapat dipadukan dari masing-masing matapelajaran (Fogarty, 1991:74). Pembelajaran terpadu model integrated sebenarnya dapat dilaksanakan dengan leluasa mengingat sekolah dasar menganut sistem guru kelas, sehingga memungkinkan guru merencanakan model pembelajaran terpadu.
Sesungguhnya perkembangan anakse kolah dasar bersifat holistik, terpadu dan saling terkait erat satu dengan yang lainnya, sehingga lebih mudah dan bermakna bagi anak sekolah dasar untuk mempelajari segala sesuatunya secara utuh. Perkembangan fisik tidak dapat dipisahkan dari perkembangan mental, social dan emosional atau sebaliknya. Perkembangan itu akan terpadu dengan pengalaman, kehidupan dan lingkungan.
Berdasarkan hasil observasi di lapangan, pembelajaran sains sering berpusat pada guru dan kurang memperhatikan anak sebagai individu yang unik. Guru merasa berkewajiban untuk menyelesaikan target kurikulum, sehingga cara pembelajarannya lebih bersifat transfer informasi. Pembelajaran dikatakan berhasil apabila siswa dapat menjawab semua soal yang diberikan dengan benar. Akibatnya terjadi pembelajaran yang lebih bersifat “drilling” penyelesaian soal.
Selain itu, persepsi dan kemampuan guru SD dalam pembelajaran sains pada kajian yang terkait dengan teknologi masih jauh dari harapan kurikulum, lebih bersifat sebagai pelajaran kerajinan tangan.
Pembelajaran sains di sekolah dasar perlu dikembangkan lebih menarik dan berhubungan dengan kelangsungan hidup sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar. Dalam menghadapi era globalisasi sekarang ini, IPTEK diposisikan sebagai kunci utama untuk mencapai kemajuan di berbagai bidang, termasuk di bidang teknologi itu sendiri. Anak-anak SD perlu mempunyai pengalaman belajar yang memungkinkan mereka melek sains danteknologi.
Adapun melek sains dan teknologi ditandai dengan (1) penguasaan konsep-konsep sains dan teknologi yang akan meningkatkan kemampuan untuk berpatisipasi secarae fektif di masyarakat; (2) mampu berprestasi, memelihara dan peduli terhadap kemungkinan dampak negative dari produk teknologi; (3) kreatif dalam menghasilkan dan memodifikasi produk-produk yang dibutuhkan masyarakat; dan (4) sensitive serta peduli terhadap masalah-masalah lingkungan dan dapat membuat keputusan yang berhubungan dengan nilai-nila.
Uraian di atas menunjukkan bahwa guru dalam posisi sulit, di satu pihak guru dituntut untuk menyelesaikan target kurikulum. Ia harus memberikan seluruh materi kurikulum kepada anak dengan waktu terbatas, dengan penilaian hasil belajar lebih mengukur pada aspek kognitif. Sedangkan di pihak lain, guru dituntut untuk melakukan pembelajaran lebih bermakna. Oleh karena itu, pembelajaran terpadu model integrated ditawarkan sebagai suatu model yang dapat diterapkan dengan harapan pembelajaran dapat menarik siswa dan hasil belajar dapat ditingkatkan secara optimal.
(Islamiati Istiqomah adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon, Kelas: SD15-A3)