Filosofi Kurikulum Pendidikan
--None--
Sabtu, 30/01/2016, 01:49:09 WIB

ILUSTRASI

Menurut saylor dan alexsander kurikulum sebagai the total effort of the school situations. Artinya kurikulum merupakan keseluruhan usaha yang dilakukan oleh lembaga pendidikan atau sekolah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Definisi ini menggambarkan bahwa kurikulum bukan sekedar mata kuliah atau mata pelajaran yang di ajarkan di sekolah melainkan kurikulum menyangkut usaha-usaha yang berkaitan dengan sekolah seperti rencana pembelajaran, proses belajar mengajar, metodelogi pembelajaran dan program sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan.

Kurikulum harus berbasis visi dan misi lembaga pendidikan agar dapat menghantarkan anak didik mencapai tujuaan lembaga pendidikan yang mewakili pendidikan itu sendiri artinya bahwa ilmu pengetahuan yang di berikan kepada peserta didik menjadi bekal hidup dalam masyarakat dan memiliki manfaat yang bermakna dalam kehidupan. Pada hakikatnya kurikulum memiliki fungsi sebagai berikut:

1.Sisitem hidup yang menjadi tuntunan masyarakat sebagai anak didik, 2.Alat dan bekal hidup di dunia, 3.Metode dan strategi menjalani kehidupan duniawi, 4.Sistem evaluasi diri, pengawasan diri dalam menghadapi kehidupan.

Hakikat kurikulum ini memberikan pemahaman, bahwa lembaga pendidikan wajib menyajikan mata pelajaran yang akan di sajikan kepada peserta didik, dengan dasar-dasar moralitas dan falsafah yang baik. Mata pelajaran tersebut di arahkan untuk membina akal dan hati anak didik, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan mereka kepada Allah SWT.

Kurikulum tiap masanya sering kali mengalami perubahan. Lalu bagaimana dengan kurikulum yang dipakai sekarang?

Sekarang kita menggunakan kurikulum 2013. Kurikulum ini disiapkan untuk mencetak generasi yang mampu bersaing dalam menghadapi masa depan. Tujuan yang ingin dicapai kurikulum ini, yaitu untuk mendorong peserta didik agar mampu melakukan observasi, bertanya, bernalar dan mampu mempresentasikan apa yang mereka peroleh setelah menerima materi pembelajaran. Adapun objek yang menjadi pembelajaran dalam kurikulum 2013 yaitu menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya. Melalui itu siswa diharapkan memiki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang baik.

Dengan upaya itu mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif sehingga mereka lebih sanggup dalam menghadapi berbagai persoalan dalam memasuki masa depan. Alasan inilah yang menjadi perubahan dari kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang di anggap memberatkan peserta didik. Terlalu banyak materi yang harus dipelajari oleh peserta didik sehingga membuatnya terbebani.

Standar isi dalam KTSP memuat kerangka dasar, struktur kurikulum dan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang di kembangkan di tinggkat satuan pendidikan. Dalam KTSP SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.

(Ikhmatul Khasanah adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon, Kelas: SD15.A2, NIM; 150641087)