2019, P2KKP Targetkan Bebas Pemukiman Kumuh
-Laporan Takwo Heriyanto
Jumat, 29/01/2016, 08:18:15 WIB

Rombongan P2KKP foto bersama saat kegiatan di Curug Sigeong Guci Kabupaten Tegal (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Guna menguatkan jalinan kerja, sebanyak seratus relawan Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas PNPM Mandiri Perkotaan (PLPBK PNPM MP) menggelar Outbond.

“Lewat outbond diharapkan mampu memberikan motivasi kepada para relawan yang ada di desa dan kelurahan, agar tetap semangat berkiprah dan memperkuat sinergi antar pelaku kegiatan,” kata Koordinator Kota (Korkot) Program Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan (P2KKP), Bambang Rudihartono di sela kegiatan di Curug Sigeong Guci Kabupaten Tegal, Jumat 29 Januari 2016.

Menurutnya, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) harus tetap eksis terutama semangat dan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong. BKM selama ini sudah teruji sehingga aset yang luar biasa mahal ini oleh Kementerian PU dan Perumahan Rakyat tetap digunakan untuk mengawal program P2KKP.

Termasuk, target besar P2KKP sampai tahun 2019 yakni terciptanya seluruh warga masyarakat 100 % harus terlayani air bersih atau air minum, 0 % bebas dari permukiman kumuh dan 100 % mendapatkan akses sanitasi layak.

Outbond yang digelar selama dua hari itu, diikuti 100 peserta terdiri dari unsur Tim Teknis PLPBK dari Pemkab Brebes, Tim Korkot P2KKP, Lurah, Kepala Desa, BKM, Tim Inti Perencanaan dan Pemasaran (TIPP), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), relawan dan Fasilitator pendamping se Kabupaten Brebes.

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) Kabupaten Brebes, Ir Nushy Mansur MSc. Dalam sambutannya, Nushy menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang sangat tinggi kepada relawan yang selama ini berkiprah di kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan.

Dia menilai kalau relawan PNPM MP adalah asset yang sudah terlatih sehingga Kades dan Lurah seharusnya memanfaatkan asset SDM eks PNPM MP yang sudah teruji dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembangunan. Begitu besar dana yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah untuk mendayagunakan mereka melalui berbagai kegiatan yang difasilitasi dan dilaksanakan oleh fasilitator pendamping.

Dalam pesannya, dia berharap kepada semua relawan agar tetap semangat dan mempertahankan nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi pegangan dalam kegiatan PNPM MP. Nilai-nilai yang dimaksud adalah kerelawanan, keikhlasan, keterbukaan, dan kegotongroyongan.

“Nilai-nilai itu, sekarang mulai luntur di masyarakat. Melalui PNPM MP nilai-nilai yang mulia tadi, mari kita gali dan implementasikan kembali dalam setiap kegiatan,” ajak Nushy.

Selain outbond, peserta juga dibekali dengan pelatihan motivasional dengan narasumber seorang Terapist Behaviour dari BN Reoursch-Semarang Bambang Nugroho.

Dalam motivasinya, Bambang antara lain mengatakan, menjadi relawan adalah sebuah pilihan mulia, begitu juga dengan kebahagiaan. Bahagia adalah soal pilihan jika hati kita memilih untuk bahagia niscaya hidup kita akan bahagia, begitu juga sebaliknya.

Bagi Bambang, relawan PNPM MP/PLPBK adalah orang-orang mulia dan pilihan di mana banyak warga masyarakat saat ini begitu tidak pedulinya dengan lingkungan sekitar. “Meski tanpa dibayar relawan harus tetap semangat di tengah tudingan maupun cibiran orang-orang di sekitarnya,” tandasnya.