Banjir, 40Hektar Tanaman Bawang Gagal Panen
YN-Yerry Novel
Kamis, 22/04/2010, 17:21:00 WIB

Seorang petani diantara tanaman bawangnya yang terendam banjir. (FT: Yerry Novel)

PanturaNews (Tegal) – Sekurangnya 40 hektar tanaman bawang di Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah terendam air akibat diguyur hujan, Rabu 22 April 2010 malam. Hal itu membuat para petani kerugian, karena dipastikan gagal panen.

Salah seorang petani, Toha (50) warga Jalan Ki hajar Dewantoro Gang 10 Kalinyamat Kulon mengaku rugi akibat tanaman bawangnya terendam air. Bawang dipastikan akan membusuk. “Sudah pasti bawang saya akan gagal panen. Saya pusing sekali, karena saya sudah tidak punya uang lagi untuk menyedot air,” keluhnya saat dijumpai di area tanaman bawangnya, Kamis 22 April 2010 siang.

Dikatakan, biaya untuk menyewa diesel terlalu mahal, sehingga dia hanya pasrah karena sudah tidak punya uang lagi. Apalagi, sewa diesel per-jam nya mencapai Rp 25 ribu. Sedangkan untuk tenaga pekerjanya saja perhari Rp 17 ribu. “Ini baru saya tanam satu minggu yang lalu, dan kerugian saya diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah,” tuturnya.

Terpisah, Lurah Kalinyamat Kulon, Suparjo mengaku di daerahnya memang sudah langganan menjadi banjir. Menurutnya, banjir yang menenggelamkan puluhan hektar tanaman bawang itu, kiriman dari wilayah Desa Sidapurna, Kabupaten Tegal. Untuk mengantisipasi, pihaknya hanya mengandalkan buangan ke Sungai Kemiri yang letaknya di sebelah timur kelurahan tersebut. “Jika air Sungai Kemiri sudah meluap alias tidak bisa menampung, daerah kami pasti banjir,” ungkapnya.

Menurut Suparjo, dari Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Kelautan, Peternakan dan Pertanian (Dislatan) sudah memberikan bantuan dua mesin diesel kepada petani yang ada di Kelurahannya. “Dislatan sudah pernah memberikan bantuan dua buah mesin diesel yang diberikan kepada Ketua Gapoktan masing masing,” ucapnya.

Tetapi entah kenapa seluruh petani yang berada di Kelurahan Kalinyamat Kulon, setiap ditanya tentang bantuan tersebut selalu menjawab tidak tahu.