![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Untuk menanggulangi meluasnya genangan air saat musim hujan serta untuk mempertahankan potensi air tanah, Pemkot Tegal, Jawa Tengah disarankan menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang sumur resapan. Demikian disampaikan anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, dari Fraksi PKS Rofii Ali, Kamis 22 April 2010.
Menurut Rofii, sumur resapan sangat bermanfaat untuk mengurangi potensi genangan air saat hujan dan memperbanyak kandungan air tanah. Untuk memasyaratkan pentingnya sumur resapan itu, Pemrintah Kota (Pemkot) Tegal melalui dinas terkait diminta untuk mengajukan Raperda tentang sumur resapan.
“Pembuatan sumur resapan air bisa dimulai dari komplek perkantoran pemerintah. Selanjutnya, Pemkot mensosialisasikan kepada warga maupun pengembang perumahan. Untuk jenis perumahan mewah atau menengah ke atas, bisa dibuat sumur resapan sendiri-sendiri. Sedangkan untuk perumahan kelas menengah ke bawah atau pemukiman warga di lokasi padat penduduk bisa dibuatkan sumur resapan secara komunal,” kata Rofii.
Lebih jauh dijelaskan, semakin banyak sumur resapan yang dibuat, maka akan semakin banyak pula air hujan yang tertampung di dalam tanah, sehingga tidak dibuang percuma melalui sungai. Sedangkan potensi jumlah resapan air yang tertampung dalam tanah dapat dihitung melalui jumlah debit air hujan dibagi dengan waktu dalam hitungan per detik lalu dikalikan dengan luas areal yang tertimpa hujan.
“Kita perlu menghitung besaran jumlah air hujan di suatu areal untuk menentukan berapa titik dan kedalaman disesuaikan dengan sumur resapan air tersebut. Karena di setiap areal, seperti perkantoran dengan pemukiman warga jumlah titik sumur resapannya pasti berbeda. Kami sangat berharap pada ubahan anggaran 2010 nanti, Kantor Lingkungan Hidup (KLH) selaku instansi pemkot yang membidangi lingkungan hidup dapat mengajukan anggaran semaksimal mungkin untuk membiayai pembuatan sumur resapan di sejumlah lokasi,” jelasnya.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Tegal, Sugeng Suwaryo S.sos mengatakan sangat menyambut baik saran pembuatan sumur resapan tersebut. Bahkan senjak tahun 2009, pihaknya sudah melakukan kajian manfaat sumur resapan dan membuatnya di sejumlah lokasi perkantoran dan beberapa sekolah.
“Kami sudah membuat sumur resapan di 10 lokasi. Setiap lokasi bisa dibuat 2 atau 4 titik sumur resapan. Untuk lokasi seperti sekolah kami buat 4 titik sumur resapan. Kami sangat sepakat jika program sumur resapan ini disosialisasikan menyeluruh ke warga. Sebab, hanya dengan membuat sumur resapan areal pemukiman warga terhindar dari genangan air saat musim hujan,” kata Sugeng.
Ditambahkan, semakin banyaknya pembuatan sumur resapan, maka cadangan air tanah menjadi sumber kehidupan di masa mendatang. Pembuatan sumur resapan yang dilakukan instansinya dengan cara membuat lubang di tanah dengan luas permukaan 1 meter persegi dan kedalaman 2 sampai 3 meter.
“Ada dua cara untuk menanggulangi air genangan dan mempertahankan potensi air tanah, yaitu dengan membuta sumur resapan dan lubang resapan biopori,” tandas Sugeng.