Filsafat Pendidikan dan Peningkatan SDM
--None--
Selasa, 26/01/2016, 02:01:35 WIB

Ilustrasi

Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sebagai khalifah di bumi, dengan dibekali akal pikiran untuk berkarya di muka bumi ini. Manusia pun memiliki perbedaan baik itu secara biologis maupun rohani. Secara biologis umumnya manusia dibedakan secara fisik, sedangkan secara rohani manusia dibedakan berdasarkan kepercayaannya atau agama yang dianutnya. Kehidupan manusia sendiri sangatlah komplek, begitu pula hubungan yang terjadi pada manusia sangatlah luas.

Hubungan tersebut dapat terjadi antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, manusia dengan makhluk hidup yang ada di alam, dan manusia dengan Sang Pencipta. Setiap hubungan tersebut harus berjalan selaras dan seimbang. Selain itu manusia juga diciptakan dengan sesempurna penciptaan, dengan sebaik-baik bentuk yang dimiliki.

Dari sumber daya ini maka manusia dapat berpotensi dalam meningkatkan kehidupannya, sumber daya ini pula pada dasarnya baru merupakan kemungkinan layaknya lembaga atau benih pada tumbuh-tumbuhan.hasilnya baru akan terlihat apabila potensi tersebut dapat disalurkan melalui pengarahan,bimbingan maupun latihan yang terarah,teratur dan sinambung.

Di dalam filsafat pendidikan dan kepribadian pun dimasyarakat tradisional, peningkatan kualitas sumber daya manusia masih terbatas pada aspek-aspek tertentu, yang erat kaitannya dengan tradisi setempat. namun yang jelas, peningkatan itu tak lepas hubungannya dengan filsafat hidup dan kepribadian masing-masing.dalam pengertian sederhana, filsafat diartikan sebagai kepribadian jati diri dan pandangan hidup seseorang, masyarakat, atau bangsa. kondisi ini dibentuk oleh tradisi kehidupan masyarakat ataupun oleh usaha yang terprogram.namun demikian sesederhana apapun,pembntukan itu tak lepas dari peran pendidikan. pendidikan, menurut Hasan Langgulung, pada prinsipnya dapat dilihat dari dua sudut pandang: Individu dan masyarakat.

Menurut Hasan Langgulung, pendidikan mencakup dua kepentingan utama, yaitu pengembangan potensi individu dan pewarisan nilai-nilai budaya. Kedua hal ini berkaitan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat atau bangsa itu masing-masing. Dengan kata lain, system pendidikan bagaimanapun sederhananya mengandung karakteristik tentang jati diri atau pandangan hidup masyarakat atau bangsa yang membuatnya.

Filsafat pendidikan, seperti dikemukakan oleh Imam Barnadib, disusun atas dua pendekatan.pendekatan pertama bahwa filsafat pendidikan diartikan sebagai aliran yang didasarkan pada pandangan filosofis tokoh-tokoh tertentu. Sedangkan pandangan ke dua adalah usaha untuk menemukan jawaban dari pendidikan beserta problem-problem yang ada yang memerlukan tinjauan filosofis.

Seperti yang dikatakan Imam Barnadib, bahwa filsafat pendidikan sebagai system dapat dilihat dari dua pendekatan. Pendekatan pertama sebagai pendekatan filosofis, sebagaiman telah diuraikan terdahulu. Dalam pandangan ini terungkap bahwa konsep pendidikan dalam berbagai aliran itu mengakui bahwa manusia memiliki potensi untuk dididik.

(Wiwin Dia Astuti adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon)