Ganjar Resmikan Gedung UTD dan Markas PMI Jateng
-Laporan SL Gaharu
Sabtu, 16/01/2016, 07:20:43 WIB

Gubernur Jawa Tengah bersama Ketua Harian PMI Pusat dan Ketua PMI Jateng menggunting pita saat peresmian Gedung UTD dan Markas PMI (Foto: Nashir)

PanturaNews (Semarang) - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meresmikan Gedung Unit Transfusi Darah (UTD) dan Markas PMI Jawa Tengah, disaksikan oleh Ketua Harian PMI Pusat, Ginanjar Kartasasmita, di Komplek PMI Center Jawa Tengah, Sambiroto-Semarang, Sabtu 16 Januari 2016.

Ketua PMI Jawa Tengah, Imam Triyanto menyebut, gedung unit transfusi darah dan markas PMI ini dibangun dalam satu komplek di PMI Center di atas tanah 1,974 hektar, tidak lepas dari peran pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan DPRD.

“Dana pembangunan dari hibah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 7,8 miliar, dan digunakan pembangunan gedung sebesar Rp 7,1 miliar, sehingga masih ada sisa anggaran Rp 0,7 miliar,” kata Imam saat menyampaikan sambutannya.

Menurutnya, PMI Jateng juga telah mendapat sertifikat resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sebagai tempat uji kompetensi (TUK) bidang kebencanaan, bekerjasama dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Dalam sambutanya, Ganjar Pranowo mengatakan, dana hibah yang diberikan oleh Pemprov Jateng sangat kecil jika dibandingkan dengan peran PMI. Organisasi kemanusiaan itu, menurutnya, sangat berperan dalam kelangsungan kehidupan manusia.

"Kalau ada orang kekurangan darah, mau mencari kemana kalau bukan ke PMI. Uang bisa dicari, diciptakan manusia. Kalau darah, diciptakan Gusti Allah," tegasnya.

Sementara Ginanjar Kartasasmita mengatakan, setiap hari di Indonesia terjadi bencana karena secara geografis posisinya rawan bencana. “Oleh sebab itu, keberadaan gedung unit transfusi darah dan gudang logistik sangat penting untuk membantu masyarakat dalam hal penanggulangan bencana,” ujar Ginanjar.

PMI berbeda dengan lembaga-lembaga lain yang menangani bencana, seperti BNPB, SAR dan lain-lain. Organisasi-organisasi tersebut merupakan aparat negara, sedangkan PMI adalah gerakan sukarela dari masyarakat yang sudah ada 100 tahun lebih bergerak di bidang kemanusiaan.

"Pada banyak konflik PMI menjadi penengah. Pada banyak kejadian bencana atau yang lainnya PMI yang pertama datang menolong seperti saat peristiwa teror di Jakarta kemarin, ambulan PMI yang pertama datang," terangnya.

Sementara Ketua Panitia, Edi Susanto mengatakan bersamaan peresmian, juga dilaksanakan Musyawarah Kerja (Muker) Tahun 2016 yang diikuti oleh Ketua, Sekretaris dan Direktur UDD PMI kabupaten-kota Se-Jawa Tengah.

“Muker yang merupakan agenda tahunan, untuk mengevaluasi pelaksanaan program PMI tahun 2015 dan perencanaan program kerja PMI 2016, agar selaras dengan visi PMI yaitu berkarakter, profesional, mandiri dan dicintai masyarakat,” tuturnya.

Diberikan pula penghargaan kepada 9 (Sembilan) PMI Kabupaten-Kota yang mengalami kenaikan bulan dana lebih dari 20%, yaitu Kota Semarang, Kebumen, Kudus, Demak, Purworejo, Banjarnegara, Kota Salatiga, Karanganyar dan Jepara. (M. Nashir Jamaludin - PMI Provinsi Jawa Tengah)