![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Hujan yang mengguyur beberapa wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada dua hari lalu, ternyata membuat banjir disejumlah titik. Tak terkecuali underpass di tol Pejagan-Brebes.
Dari sumber yang peroleh PanturaNews.Com dilapangan, sedikitnya ada enam underpass (jembatan terowongan) di tol Pejagan-Brebes yang tergenang banjir dengan ketinggian lutut orang dewasa.. Diantaranya, dua underpass di timur kali pemali Desa Sidamulya.
Kemudian, dua lagi di barat kali pemali masuk Desa Sidamulya dan dua lainnya di Desa Siasem. Namun demikian, yang cukup parah adalah berada di ruas jalan antara Desa Pebatan dan Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari.
"Banjir yang menggenani enam underpass di tol Pejagan-Brebes itu adalah akibat badan jalan lebih rendah dari drainade atau saluran air disisi kanan dan kiri jalan," ujar Torisin, salah seorang warga Desa Sidamulya, Rabu 16 Desember 2015.
Meski air sudah mulai terlihat surut di enam underpass tol Pejagan-Brebes, namun kata Torisin, jalan jadi berlumpur dan licin. "Kalau pengendara motor yang melewatinya tidak hati-hati pasti bisa terpeleset dan jatuh. Ini kan jelas sangat berbahaya sekali," ucap Torisin.
Menurutnya, akibat banjir yang menggenangi underpass di jalan tol Pejagan-Brebes itu, tidak sedikit pengendara sepeda motor yang ragu-ragu akan melewatinya, karena takut mogok ditengah banjir under pass.
Pihaknya mendesak kepada penanggung jawab pelaksana pembangunan tol Pejagan-Brebes, entah dari PT Pejagan Pemalang Toll Road (PPTR) maupun PT Waskita Karya, untuk memperbaiki saluran air yang sudah ada agar jalan tidak terenang banjir lagi.
"Ya harus secepatnya diperbaiki. Kalau tidak, nanti dikhawatirkan akan menambah parah. Termasuk sepanjang jalan yang rusak akibat imbas proyek tol Pejagan-Brebes dari mulai Desa Pebatan sampai Desa Sidamulya hingga ke arah selatan lagi juga segera diperbaiki. Jangan sampai membuat warga sekitarnya marah," tegas Torisin.