Daya Tarik dan Kharisma Gus Dur Belum Tertandingi
TK-Takwo Heriyanto
Sabtu, 17/04/2010, 15:20:00 WIB

Miftakhudin, Dosen UI Jakarta (pegang mikrofon) saat mengisi acara bedah buku Jejak Langkah Guru Bangsa.  (FT: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) – KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur merupakan sosok yang memiliki daya tarik sendiri, yang berbeda dari yang lain. Sikapnya selalu mengundang kontroversi. Bahkan ketika Rabu 20 Oktober 1999 secara resmi terpilih menjadi Presiden RI ke-4, masih banyak orang yang setengah tidak percaya, bahwa itu merupakan kenyataan.

Demikian disampaikan Dosen Sosiologi Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Miftakhudin saat mengisi acara bedah buku yang berjudul Jejak Langkah Gus Dur Sebagai Guru Bangsa, Sabtu 17 April 2010 di Aula Kantor Departemen Agama Kabupaten Brebes yang di selenggarakan Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Brebes.

Dikatakannya, dibalik penampilan Gus Dur yang sederhana, spontan, cuek dan seenaknya itu tak pernah bisa ditutupi adanya kesungguhan dan keseriusannya didalam memperjuangkan nilai-nilai yang diyakininya, keislaman dan kemanusiaan.

“Gus Dur berani dan sanggup mempertaruhkan apapun yang dimiliknya demi tegaknya nilai-nilai tersebut. Berbagai bentuk cerca, makian, fitnah, intimidasi bahkan kekerasan fisik nyaris lengkap ia terima. Tetapi ia tidak goyah. Ia sungguh layak dijadikan teladan bangsanya. Dengan jiwa besarnya, ia lindungi mereka yang membutuhkan perlindungan. Dan dengan harum jiwanya, telah ia harumkan bangsanya,” tutur Miftakhudin.

Dalam acara bedah buku juga diisi oleh Dosen UI Ihya Ulumudin dan budayawan Brebes, Drs Atmo Tan Sidik. Menurut Ihya Ulumudin, sosok Gus Dur memiliki karisma, kecerdasan intelektual, dan geneologi kekiaian yang luar biasa. Bahkan, sebagian warga NU meyakini tokoh sekaliber Gus Dur hanya lahir sekali dalam 100 tahun.

"Jadi, kalau ingin ada Gus Dur lagi, kita harus menunggu 100 tahun lagi, karena semua kemampuan yang dimiliki Gus Dur itu susah untuk ditandinginya," ungkap Ihya.

Sementara menurut Atmo Tan Sidik, Gus Dur adalah sosok yang patut diteladani. Pasalnya, dalam diri Gus Dur tercermin berbagai keteladanan, mulai dari moralitas kepemimpinan politik, intelektualitas keagamaan hingga perilaku kewirausahaan.

Ketua PAC Ansor Brebes, H Ahmad Ghofur mengatakan tujuan diadakannya bedah buku tersebut, agar sebagai penerus bangsa dapat mempelajari dan meneladani tentang sosok Gus Dur yang sebenarnya.