![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah diharuskan membentuk tim aparat terpadu yang bertugas mengawasi pelelangan ikan di tiga Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKB, Heri Kuntoro, Sabtu 17 April 2010.
Menurut Heri, membiarkan nelayan melakukan penjualan hasil laut di luar proses lelang TPI, berarti dapat dikatakan turut membiarkan potensi pendapatan daerah menguap. “Harus ada ketegasan dari Pemkot Tegal untuk membentuk tim aparat terpadu yang mengawasi proses lelang ikan di TPI. Setidaknya, tim aparat terpadu ini dapat menjadi penyemangat bagi kalangan nelayan untuk bergairah menjual hasil lautnya melalui lelang. Sebab, faktanya selama ini masih banyak nelayan yang enggan mengikuti prosedur lelang. Mereka lebih memilih melakukan lelang sambung di luar mekanisme lelang yang ditentukan,” katanya.
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat dan pemerhati masalah nelayan Kota Tegal, Ir. Edi Waluyo. Menurutnya, keberadaan tim aparat terpadu sangat membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap proses lelang di TPI. Dikatakan, tim aparat terpadu yang dimaksudkan terdiri dari berbagai unsur institusi terkait dan masyarakat.
“Harus itu, Pemkot harus tegas untuk memaksimalkan pendapatan daerah melalui sector perikanan. Pembentukan aparat terpadu jelas sangat membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan. Tim aparat terpadu itu bisa terdiri dari unsur Polri, TNI AL, Satpol-PP, Linmas, Tokoh Masyarakat setempat dan staf Dinas terkait. Kalau ini nggak segera dibentuk, maka peluang untuk penjualan diluar lelang TPI akan semakin terbuka,” tutur Edi.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian (Dislatan) Kota Tegal, Agus Santoso S.Sos MM mengatakan, pihaknya sepakat dengan pembentukan tim aparat terpadu tersebut. Kaitan pembentukan tim itu, dinasnya siap untuk memfasilitasi.
“Saya sangat setuju dengan pembentukan tim aparat terpadu untuk mengawasi lelang ikan di tiap TPI. Dengan begitu, ada kepedulian dari mssyarakat nelayan untuk tetap bertransaksi hasil laut melalui proses lelang. Kami siap untuk memfasilitasinya,” tandas Agus.