![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Dari sebanyak 147 pejabat eselon III dan IV yang berada di lingkungan Pemkab Brebes, Jawa Tengah, yang dimutasi oleh Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti SE, ternyata tidak semuanya menerima dengan ‘bombong’ atau lapang dada.
Hal itu saat nama-nama pejabat yang disebutkan oleh bagian pembawa acara yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Brebes, Jumat 16 Oktber 2015, beberapa diantaranya terlihat tidak bombong.
Usai rotasi jabatan berlangsung, salah satu pejabat eselon III yang enggan disebutkan namanya, mengaku dirinya merasa tidak bombong dengan menduduki jabatan baru yang diroling oleh Bupati.
"Terus terang saya bosan dengan jabatan baru itu. Saya tidak bombong. Saya inginya kerja di tempat yang ayem-ayem saja," ujar dia dengan raut muka seolah tidak menerima atas jabatan barunya itu.
Selain membuat beberapa pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Brebes yang tidak bombong atas mutasi yang baru saja dilakukan, ternyata acara pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan struktural itu, mengundang pertanyaan dari sejumlah elemen masyarakat.
Salah satunya yakni dari aktivis LSM Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak), Trisno Harjo. Dia mempertanyakan rotasi terhadap ratusan pejabat di lingkungan Pemkab Brebes tersebut. Hal itu lantaran, Sekda Kabupaten Brebes, H. Emastoni Ezam yang sekaligus sebagai Ketua Tim Baperjakat, tidak hadir dalam kegiatan mutasi tersebut.
"Mutasi ini dipertanyakan. Masa Pak Sekda selaku Ketua Tim Baperjakat (Emastoni-red), tidak hadir dalam acara pelantikan jabatan struktural di lingkungan Pemkab Brebes," kata Trisno, panggilan akrabnya.
Menurut dia, seharusnya Ketua Tim Baperjakat yang berperan utama dalam mutasi jabatan hadir untuk mengikutinya. "Padahal acara seperti ini sangat penting. Saya sangat menyangkan sekali," ungkap dia usai mengikuti jalannya acara mutasi tersebut.
Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti mengatakan, mutasi yang dilakukan terhadap ratusan pejabat eselon III dan IV di lingkungan kerjanya adalah bagian dari proses penyegaran yang wajar dilakukan. Utamanya adalah untuk bisa memberikan semangat kepada mereka untuk lebih meningkatkan kinerjanya di tempat/jabatan yang baru.
"Kalau memang ada beberapa pejabat yang merasa tidak bombong dengan mutasi ini, mungkin belum tahu. Tapi, saya yakin nantinya setelah dijalani dengan tekun dan ikhlas dalam bekerja, tentunya akan bisa merasakan manfaatnya di jabatan yang baru," tuturnya.
Asisten II Setda Pemkab Brebes, Iqbal mengatakan mutasi jabatan yang dibahas oleh Baperjakat tidak ada upaya kepentingan politik apapun.
"Tidak ada upaya kepentingan politik apapun. Ini semua tujuannya adalah untuk peningkatan kinerja di lingkungan Pemkab Brebes," tandas Iqbal yang mendampingi Bupati Brebes.