Data Ulang Melalui e-PUPNS Brebes Susah Diakses
-Laporan Takwo Heriyanto
Kamis, 15/10/2015, 11:30:29 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Program pendataan ulang pegawai melalui PUPNS elektronik di lingkungan Pemkab Brebes, Jawa Tengah, baru menginput sekitar 50 persen lebih data pegawai di wilayah tersebut. Sekda Brebes, Ematoni Ezam mengaku masih memaklumi serapan input data bagi ASN di lingkungan Pemkab Brebes tersebut, karena sebagai bentuk kehati-hatian.

"Jumlah pegawai ASN di Kabupaten Brebes itu sekitar 13 ribuan, baru input sekitar 50 persen lebih. Secara prosentase mungkin terlihat kecil tapi jumlahnya kan banyak. Kami memang sudah mewanti-wanti agar registrasi online PNS ini hati-hati," ujar Emastoni saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 15 Oktober 2015.

Dikatakan, sesuai dengan intruksi Kementerian Pendayagunaan Birokrasi Reformasi (Kemenpan-RB), Pemkab Brebes sudah melakukan sosialiasi E PUPNS ini secara maksimal kepada jajarannya. Hingga kini dalam realisasinya masih relatif tanpa ada halangan yang berarti. Meski begitu, diakuinya masih ada keluhan terkait dengan jaringan internet saat melakukan login pendaftaran ulang yang susah diakses.

"Masalah tersebut juga katanya juga terjadi di daerah lain, tidak terlalu menjadi masalah. Justru yang kami tekankan adalah agar data yang diinput itu benar-benar valid dan akurat," jelasnya.

Menurutnya, himbauan agar penginputan data diri PNS itu valid dan akurat itu dilakukan mengingat resiko yang fatal jika terjadi kesalahan atau kekeliruan. Pengisian data yang menyangkut data pribadi PNS tersebut harus diisi secara lengkap dan akurat karena data – data tersebut sangat menetukan kenaikan pangkat dan tunjangan-tunjangan prestasi lainnya. Sebab, tujuan dari PUPNS ini adalah untuk memperoleh data yang akurat dan terpercaya sebagai kebutuhan untuk Sistem Informasi ASN.

"Apabila pegawai yang bersangkutan tersebut melakukan kesalahan dalam menginputka data online PUPNS, resiko yang diterimanya tidak hanya akan kehilangan gaji, bahkan bisa saja dianggap pensiuan atau dicoret. Inilah yang membuat kami bisa memaklumi kehati-hatian pegawai. Tapi yang jelas kami optimis sampai akhir Desember semuanya sudah beres," tandas Emastoni.