![]() |
|
|
Salah satu persoalan yang sangat kompleks di Kabupaten Brebes adalah persoalan kesehatan. Diakui atau tidak, bahwa untuk menguarai persoalan kesehatan ini, tidak cukup di tanggung oleh salah satu SKPD dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Akan tetapi, semua komponen masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Brebes harus ikut andil sesuai dengan porsi dan kapasitasnya masing-masing.
Untuk mencapai apa yang di maksud, menurut hemat penulis, bahwa untuk menyadarkan masyarakat di samping perlu adanya sosialisasi, penyuluhan, pembidaan yang massif dari semua pihak yang berwenang dan berkepentingan juga tidak kalah urgennya adalah perlu adanya sebuah Buku Saku Kesehatan untuk Masyarakat.
Buku Saku Kesehatan (BSK) adalah buku kecil yang berisi tentang informasi-informasi yang terkait dengan bagaimana caranya menjalankan pola hidup sehat bagi masyarakat dan dampak negatif bagi yang mengabaikannya. Pola hidup sehat ini, di samping tips-tips bagaimana masyarakat agar sadar untuk terpancing mengikuti pesan yang ingin di sampaikan agar selalu menjalankan aktifitas kehidupan bermasyarakat yang sehat juga terkait tentang persoalan terhadap ibu hamil , bayi dan lain sebagainya.
Penyusunan BSK - BSK ini adalah produk dari Dinas Kesehatan Brebes. Namun demikian, hal ini bisa di keluarkan juga oleh Bappeda Kabupaten Brebes tapi tetap muatan-muatan kontennya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, melalui kajian – kajian dan rujukan - rujukan oleh berbagai sumber yang di olah oleh Dinas Kabupaten Brebes. Dengan kata lain, bagaimana biar BSK ini nantinya benar-benar isinya bisa mengcounter hal-hal yang substantif terhadap persoalan kesehatan di Kabupaten Brebes yang selama ini.
Dalam penyusunan BSK, hendaknya memperhatikan hal-hal berikut ini: Gunakan bahasa yang jelas, lugas dan mudah di pahami oleh orang awam. Jangan memakai bahasa yang ambigu, yang multi tafsir dan utopis. Buatlah sampul design yang semenarik mungkin agar mampu menggugah selera masyarakat akan membaca panduan kesehatan tersebut.
Jangan terlalu tebal agar nyaman untuk di bawa dan di baca kemana-mana. Bisa di buat jilid 1, jilid 2 dan seterusnya. Pakailah referensi, literatur, daftar pustaka dan sumber yang jelas.
Muatan materi BSK dapat seputar hal-hal: Tips Ibu Hamil agar selalu dalam kondisi sehat. Cara Mencegah Anak Terkena Stunting. Cara Merawat Bayi agar selalu Sehat. Pola Hidup Bersih dan Sehat. Cara Ciptakan Generasi Emas. Dan Lain Sebagainya.
Manfaat BSK untuk Masyarakat: Sebagai media belajar yang mudah dan murah bagi masyarakat terkait kesehatan karena disamping bukunya dengan bahasa yang mudah untuk dipahami orang awan juga bukunya di bagikannya secara gratis.
Menjadi panduan para pihak yang menjadi promotor kesehatan, narasumber kesehatan, pendamping pkh, para tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam tugasnya dalam menyampaikan hal-hal yang terkait dengan kesehatan.
Sebagai wujud totalitasnya kepedulian Dinas Kesehatan Brebes dalam menghalau segala kemungkinan yang timbul terhadap persoalan kesehatan. Untuk mengajarkan anak-anak agar sadar dan paham terhadap pentingnya sebuah kesehatan. Untuk panduan bagi orang tua yang sudah menikah agar bisa mewujudkan anak-anaknya yang berkwalitas.
Untuk sarana penghibur kejenuhan dalam aktifitas keseharian dengan melalui membaca BSK ini seraya menambah wawasan tentang kesehatan. Sebagai patokan dan panduan Ibu Hamil agar bisa selalu mengecek kandungannya dan menjaga janinnya sesuai panduan yang ada pada buku BSK.
Distribusi BSK: Dalam pendistribusian Buku Saku Kesehatan (BSK) , artinya BSK ini agar sampai benar-benar ke tangan masyarakat, ada beberapa line yang bisa di lakukan oleh Dinas Kesehatan Brebes diantaranya melalui line berikut ini: Puskesmas, Bidan, Desa, Kelurahan, Ketua RT.
Namun demikian, menurut anlisa penulis semua line di atas harus benar-benar komitmen dan konsekuwen dalam mewujudkan masyarakat yang sehat.
Gerakan Membaca: Setelah BSK di cetak dan di bagikan ke masyarakat, perlunya ada sebuah gerakan atau semangat untuk gemar membaca. Hal ini juga tidaklah mudah, bagaimana mengajak masyarakat untuk mencoba berlatih untuk terbiasa mulai mebaca. Maka sampul design yang menarik juga sangat pengaruh terhadap hal ini. Disamping peran tokoh agama, pemuka adat , tokoh masyarakat, serta Ketua RT. Mereka sejatinya juga dapat menjadi gerbong terdepan dalam mengajak masyarakat untuk gemar membaca.
Di samping itu memang, bahwa semua perlu adanya komitmen bersama dalam membangun Brebes dalam memerangi persoalan kesehatan. Semua mengayuh bagyo bersama-sama semua komponen dan putra daerah untuk Brebes yang lebih maju.
Dengan demikian begitu perlunya buku saku kesehatan untuk masyarakat. Sehingga akan lahir dan bermunculan generasi yang sehat , yang berkwalitas , yang mampu memperbaiki diri, keluarga dan masyarakat. Masyarakat sehat, Brebes Terangkat. (Dari berbagai sumber)
(Imam Rohudin, S.Pd. adalah Mahasiswa S2 UNNES Semarang dan Peserta pada Pelatihan Jurnalis Warga yang diselenggarakan oleh Bappeda Brebes dan UNICEF di Plaza Hotel Tegal, 3-4 Oktober 2015)