Program AKI-AKB di Brebes Diapresiasi Gubernur
-Laporan Takwo Heriyanto
Selasa, 13/10/2015, 09:37:42 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Program Expanding Maternal Neonatal Survival (EMAS) atau Penyelematan Ibu dan Bayi yang baru lahir yang digagas pemerintah untuk peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menunjukan hasil positif.

Hal itu tidak lepas dari keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), yang terus gencar disosialisasikan. Alhasil kesadaran masyarakat untuk mendukung program itu, mulai mengalami kemajuan yang cukup pesat.

"Gubernur Jateng, Pak Ganjar Pranowo pun memberikan apresiasi kepada Pemkab Brebes yang menunjukan kinerjanya yang cukup luar biasa dalam menekan AKI dan AKB," ujar salah seorang pejabat perwakilan dari pelayanan Progran EMAS, Maduseno, di sela-sela acara Jambore Bidan Kabupaten Brebes yang diselanggarakan di Aula Islamic Center Brebes, Selasa 13 Oktober 2015.

Apresiasi diberikan oleh orang nomor satu di Jateng itu, lantaran, kata Maduseno, Pemkab Brebes cukup berhasil dalam menekan AKI dan AKB. Dimana, pada tahun 2014 lalu, kasus AKI dan AKB mencapai 73 kasus, kini dari Januari hingga Oktober tahun 2015 ini, turun menjadi 38 kasus.

Menurutnya, Kabupaten Brebes yang merupakan fase kedua dari enam kota dan kabupaten yang ada di Indonesia dalam kerjasama penanganan Program EMAS sejak 2013, diharapkan bisa mampu menurunkan kembali angka AKI dan AKB hingga program kerjasama tersebut berakhir 2016 mendatang.

Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti SE, keberhasilannya dalam menurunkan AKI dan AKB tentunya berkat semangat kinerja yang cukup luar biasa dari stake holder di lingkungan Pemkab setempat. Termasuk berkat motivasi dan dukungan serta peran serta masyarakat dalam rangka membantu Proram EMAS yang selama ini terus dilakukan.

Terkait dengan Jambore Bidan yang dilaksanakan saat ini, pihaknya berharap dengan bimbingan dari para bidan di Kabupaten Brebes, bisa mambantu proses persalinan bagi ibu hamil.

"Tentunya diharapkan bayi dari ibu hamil yang dilahirkan nanti menjadi anak yang sehat dan cerdas. Tak kalah pentingnya adalah para bidan mampu menekan AKI dan AKB, sehingga dari tahun ke tahun angkanya akan terus mengalami penurunan," paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr. Sri Gunadi menambahkan, dari sekitar 1200 bidan yang ada di daerahnya akan terus diupayakan dapat membantu mengurangi AKI dan AKB.

"Namun bukan hanya fokus pada penanganan AKI dan AKB saja. Melainkan untuk semua penanganan kegawatdaruratan yang dihadapi masyarakat," ungkapnya.