Mari Hidup Sehat: Selamatkan Perokok Pasif
--None--
Senin, 12/10/2015, 07:23:33 WIB

Ilustrasi

Merokok merupakan perbuatan yang buruk dan merusak kesehatan. Kalau itu baik maka tidak akan menimbulkan kerusakan bagi dirinya. Tidak jarang ditemui para perokok berpesan jangan seperti saya yang sudah terlanjur merokok. Berbagai penyakit yang ditimbulkan akibat rokok diantarnya penyakit kanker, jantung, impotensi, ganguan kehamilan dan janin, bahkan sampai kematian.

Menjelang Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-51 ini, diharapkan mampu memberikan sumbangsih dalam mengurangi konsumsi terhadap rokok. Memberikan penyuluhan atau tindakan nyata untuk memberikan efek jera terhadap para perokok, agar menyadari atas perbuatan merusak diri sendiri dan orang lain. Karena para perokok selain bisa merusak dirinya sendiri juga bisa merusak kesehatan orang lain. Mereka yang bukan perokok terkena asap rokok, juga bisa terindikasi penyakit akibat rokok yang dihisap.

Perokok Pasif: Perokok pasif adalah seseorang yang tidak merokok secara langsung, namun menghirup asap rokok dari orang-orang yang merokok di sekitarnya seperti di rumah maupun di lingkungan kerja. Meski tidak secara langsung merokok, perokok pasif bisa turut terkena dampak buruknya juga. Makin sering seseorang terpajan asap rokok, makin tinggi pula risiko gangguan kesehatan yang dialaminya.

Ketika dihembuskan oleh perokok, asap rokok tidak hilang begitu saja. Asap rokok dapat bertahan di udara sekitar dua hingga tiga jam. Asap rokok akan tetap ada meski tidak terdeteksi oleh indera penciuman maupun penglihatan Anda. Menghirup asap rokok orang lain lebih berbahaya dibandingkan menghisap rokok sendiri. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif.

Setyo Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekelilingnya. Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter.

Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. "Namun konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan."

Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.

Kandungan Zat berbahaya pada Rokok -Berikut sejumlah zat berbahaya yang terkandung di sebuah batang rokok: Tar - Dalam tubuh manusia, tar memicu terjadinya iritasi paru-paru dan kanker. Dalam tubuh perokok pasif, tar akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Nikotin - Dalam tubuh manusia menimbulkan efek adiksi atau candu yang memicu peningkatan konsumsi. Dalam tubuh perokok pasif, nikotin akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Karbon Monoksida - Merupakan gas berbahaya yang dapat menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Pengikatan oksigen oleh karbon monoksida inilah yang kemudian memicu terjadinya penyakit jantung. Dalam tubuh perokok pasif, gas berbahaya ini akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Bahan kimia berbahaya - Berupa gas dan zat berbahaya yang jumlahnya mencapai ribuan. Di tubuh manusia, bahan kimia berbahaya ini meningkatkan risiko penyakit kanker. Dalam tubuh perokok pasif, bahan kimia berbahaya ini akan terkonsentrasi 50 kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Mengutip hasil kajian WHO, Budi mengatakan, lingkungan bebas asap rokok merupakan satu-satunya strategi efektif untuk memberikan perlindungan bagi perokok pasif. Penyediaan smoking area juga tak sepenuhnya melindungi para perokok pasif dari bahaya rokok. Karena penyediaan smoking area di dalam gedung sama halnya dengan kencing di sudut kolam renang yang akhirnya akan menyatu juga karena Asap tetap akan menembus ventilasi.

Efek Buruk Asap Rokok: Menghirup asap rokok dapat berdampak buruk, baik secara sementara maupun dalam jangka panjang. Terpajan asap rokok dapat langsung menimbulkan gejala seperti mata merah, sakit kepala, dan batuk-batuk.

Asap rokok yang tersebar mengandung lebih dari 7000 jenis bahan kimia. Ratusan di antaranya telah terdeteksi berbahaya, seperti karbon monoksida dan amonia. Selain itu, asap rokok mengandung lebih dari 50 bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker, seperti arsenik, nikel, kadmium, dan formaldehida.

Pada orang dewasa yang tidak merokok: Senantiasa menghirup asap rokok secara pasif dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terserang kanker paru-paru sebanyak 25 persen. Asap rokok yang dihirup berdampak buruk pada dinding pembuluh darah dan membuat darah menjadi lebih gampang untuk menggumpal.

Merokok secara pasif juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Semua ini membuat perokok pasif lebih berisiko terkena stroke dan serangan jantung. Dengan terganggunya pembuluh yang mengalirkan darah ke jantung, kinerja jantung pun berisiko terganggu dan bahkan berujung pada gagal jantung.

Pada ibu hamil: Wanita hamil yang dalam masa kehamilannya terpajan asap rokok berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi seperti keguguran, lahir mati, dan bayi dengan berat badan di bawah rata-rata.

Pada anak-anak: Anak-anak yang menghirup asap rokok lebih berisiko terserang kondisi seperti: Asma, Pilek, Infeksi telinga dan sistem pernapasan seperti pneumonia dan bronchitis, Alergi, Meningitis.

Sindrom kematian bayi mendadak: Bukan hanya kesehatan anak perokok pasif yang terganggu, kemampuan akademik anak juga lebih rendah dibandingkan anak yang tidak terpajan asap rokok.

Selain itu, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang merokok cenderung menjadi perokok saat mereka besar nanti. Jadilah contoh yang baik bagi anak Anda dengan berhenti merokok. Selain baik untuk kesehatan anak, berhenti merokok juga mendatangkan manfaat bagi kesehatan Anda sendiri.

Tips Agar Terhindar dari Asap Rokok: Terdapat beberapa tempat yang patut diwaspadai oleh perokok pasif. Langkah-langkah pencegahan bisa diterapkan pada tempat-tempat tersebut.

Anda bisa meminta dengan sopan kepada perokok agar tidak merokok ketika bersama Anda. Jika hal itu tidak berhasil, Anda bisa menjauh agar tidak menghirup asap rokoknya.

Membuat rumah terbebas dari asap rokok merupakan salah satu cara terbaik yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan keluarga. Larang siapa pun yang ingin merokok di dalam rumah.

Asap rokok bisa ditemui di sejumlah tempat umum seperti bus, warung dan kafe. Jika Anda memutuskan untuk pergi ke tempat umum, usahakan untuk memilih tempat atau area non-smoking yang terbebas dari asap rokok.

Beberapa restoran dan mal telah menetapkan peraturan larangan merokok di tempat umum dengan membuat tempat khusus bagi para perokok. Setelah memahami cara-cara tersebut, kini Anda lebih bisa menghindarkan keluarga dari efek buruk merokok pasif.

Perokok pasif ternyata lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Maka dari itu mari selamatkan diri dan keluarga dari bahaya asap rokok. Tentu dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat untuk tidak membiarkan asap rokok berkeliarana bebas di lingkungan rumah dan sekitar. Solusi terbaik adalah dengan berhenti merokok dan menasehati anggota keluarga agar tidak merokok. Mari Hidup Sehat dengan Berhenti Merokok Sekarang juga! (Sumber: http://www.alodokter.com/bahaya-menjadi-perokok-pasif - http://vivanews.com - http://celotehlarangan.com)

(Lukmanul Hakim adalah pengamat kesehatan lingkungan, tinggal di Dukuh Lamaran, Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes)