![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Masyarakat Anti Rekayasa Makelar Jabatan (Marjab) menggelar aksi demo teatrikal jual beli jabatan di halaman Kantor Bupati Brebes. Aksi tersebut sebagai bentuk adanya makelar jabatan yang dilakukan sejumlah oknum, Kamis 15 April 2010 pukul 11.30 WIB.
Dalam aksinya, Marjab menempelkan brosur penawaran jabatan dari kepala seksi (Kasi) hingga kepala dinas (Kadis), berikut harga yang dipatok mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 200 juta.
Menurut kordinator aksi, Aris Hada, bahwa aksi yang dilakukan sebagai bentuk penolakan adanya makelar jabatan di lingkungan Pemkab Brebes. “Kami menuntut agar pemkab segera bertindak dengan sinyalir adanya organisasi makelar jabatan,” ujarnya.
Marjab juga mendesak DPRD Brebes membuat panitia khusus (Pansus) untuk menginvestigasi adanya paktek makelar jabatan. Selain itu, aparat penegak hukum juga diminta melakukan investigasi adanya dugaan kasus tersebut.
“Bagi pejabat yang menduduki karier tinggi atas jasa makekar jabatan, agar dikembalikan lagi ke pangkat dan posisi semula, atau dikenakan sanksi berat sesuai pelanggaran aturan kepangkatan di PNS,” tandas Aris.
Aksi selain menjadi tontonan PNS di lingkungan Setda Brebes yang berhenti melakukan aktivitas, juga mendapat perhatian dari puluhan perangkat desa yang akan audiensi dengan Wakil Bupati Brebes. Tujuan para perangkat desa, untuk membahas tunjangan Tri Wulan yang hingga kini belum dicairkan.