Idza Ajak Wujudkan Brebes Tanpa Kumuh
-Laporan Takwo Heriyanto
Sabtu, 19/09/2015, 10:46:01 WIB

Lokakarya Sosialisasi Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman (Foto: Takwo Heryanto

PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes, Jawa Tengah, Hj Idza Priyanti SE mengajak semua pihak untuk berkolaborasi wujudkan Brebes tanpa kumuh. Sebagaimana pesan Nabi Muhammad SAW bahwa kebersihan itu sebagian dari iman.

Bilamana kehidupan kita selalu diisi dengan keindahan lingkungan, menata hati dan pikiran tentu akan membawa keberkahan bagi diri kita dan Kabupaten Brebes pada umumnya.

Demikian sambutan tertulis Bupati yang disampaikan Wakil Bupati Brebes, Narjo SH saat membuka kegiatan Lokakarya Sosialisasi Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman ( P2KKP ) di Aula Bappeda Kabupaten Brebes, Kamis 16 September 2015.

Mewujudkan Brebes tanpa kumuh, lanjutnya, memang tak semudah membalikan telapak tangan. Untuk itu perlu dilakukan dengan semangat gotong royong seluruh komponen masyarakat dan stake holder.

“Mewujudkan Brebes dari Kumuh, tidak semudah membalikan telapak tangan maka mari kita sengkuyung bersama, bergotong royong untuk mewujudkannya,” ajaknya.

Termasuk digelarnya lokakarya P2KKP, lanjutnya, untuk mencari solusi bijak dalam penanganan daerah kumuh menjadi daerah yang indah di pandang mata dan nikmat dihati. Masyakat harus memahami mengenai kebijakan dan langkah-langkah penanganan kawasan permukiman kumuh berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Dengan demikian, terbangun komitmen untuk bersama-sama melaksanakan Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman ( P2KKP ) secara konsisten dan berkelanjutan,” tandasnya.

Kepala Bappeda Ir Djoko Gunawan MT dan Kepala DPUTARU Kabupaten Brebes, Ir Nushy Mansur MSc dalam kesempatan tersebut memaparkan pentingnya pemecahan persoalan utama penanganan kumuh di Kabupaten Brebes. Diantaranya soal jaringan jalan, Drainase, Layanan Air Bersih, Sanitasi dan Penanganan Sampah.

Luasnya wilayah, keterbatasan APBD dan perilaku masyarakat merupakan salah satu kendala dalam mengatasi permasalahan tersebut. Banyaknya Kelurahan/Desa di wilayah Kabupaten Brebes membuat perbaikan jalan lingkungan yang baik belum dapat dilaksankan di seluruh desa.

Persoalan drainase juga menjadi persolan serius yang harus diupayakan secara bersama terutama kesadaran masyarakat dalam memelihara drainase lingkungan yang ada.

Penyadaran kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, pemilahan dan pengolahan sampah juga harus gencar digalakkan sehingga menjadi budaya di seluruh lapisan masyarakat.

Layanan air bersih juga menjadi persoalan krusial ke depan karena berbagai faktor antara lain jangkauan layanan PDAM yang terbatas, berkurangnya sumber air baku akibat penggundulan hutan, intrusi air laut dan pencemaran limbah rumah tangga dan pertanian.

Untuk persoalan sanitasi diperlukan penambahan bantuan jamban keluarga untuk warga miskin, pembangunan IPAL lomunal, MCK Komunal dan optimalisasi sarana prasarana sanitasi yang sudah dibangun dari berbagi program.

Koordinator  Kota (Korkot ) P2KKP Kabupaten Brebes Bambang Rudiharono dalam paparannya mengatakan, tahapan  pertama program P2KKP 2015 adalah penyusunan Baseline data 100-0-100 di 38 Desa/Kelurahan di Kecamatan Brebes dan Bumiayu (eks PNPM Mandiri Perkoataan ).

Baseline data 100-0-100 adalah pendataan  yang dilakukan di setiap RT untuk mengidentifikasi persoalan kumuh melalui kegiatan Focus Group Discussion ( FGD ) dan Transek (survey lapang).

"Ada 7 indikator utama yang digali yaitu Bangunan, Jalan Lingkungan, Drainase Lingkungan, Air bersih, Sanitasi/penanganan limbah, Pengolahan sampah, dan penanganan bahaya kebakaran," paparnya.