Kejam, Ibu Kandung Aniaya Bayinya Hingga Tewas
-Laporan Takwo Heriyanto
Jumat, 18/09/2015, 04:29:04 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Seorang ibu yang seharusnya merawat dan mendidik anaknya dengan baik dan penuh kasih sayang, namun sebaliknya justru penganiayaan yang malah dilakukannya hingga berujung sampai kematian, apalagi korbanya anak masih bayi.

Sudah barang tentu, kasus penganiayaan terhadap anaknya sendiri yang dilakukan oleh ibu kandungnya itu, merupakan perbuatan yang mungkin sungguh kejam. Apalagi, korbannya adalah seorang balita yang lagi lucu-lucunya yang masih berusia 18 bulan.

Adalah Nurlela, ibu kandung yang dengan sadisnya diduga menganiaya Nur Qoidatul Sakiyah, anaknya bungsunya sendiri hingga tewas. Kasus tersebut terjadi di Desa Luwunggede, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Kamis 17 September 2015 malam.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, kasus itu bermula saat Kamis siang kemarin, warga setempat mendengar suara tangisan histeris yang meminta tolong, karena korban tidak sadarkan diri.

Selanjutnya korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Waled Cirebon, Jawa Barat. Namun, setelah mendapatkan perawatan intensif beberapa jam, nyawa korban tidak tertolong.

Sementara, ayah korban, Sofiudin (48) yang bekerja buruh serabutan, saat terjadi dugaan penganiayaan yang dilakukan istrinya sedang tidak berada di tempat. Meski begitu sedih, dirinya mengaku ikhlas dan pasrah atas kejadian yang menimpa anak bungsunya itu.

"Saya saat itu tidak berada ditempat. Sedih rasanya. Tapi saya ikhlas dan pasrah atas kasus kematian anak bungsu saya ini," ujar dia usai memakamkan anaknya itu di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat, Jumat 18 September 2015.

Kapolsek Tanjung, AKP Supriyadi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum mengetahui pasti atas kasus tersebut. Hal itu karena kondisi pelaku yang dalam keadaan labil.

"Pelaku belum kami amankan karena kondisinya labil, sehingga belum bisa dimintai keterangan," katanya.

Namun, guna memastikan kejiwaan pelaku, pihaknya akan mengundang tim kedokteran kepolisian dari Polda Jawa Tengan.