Nyasar Masuk Kampung, Babi Hutan Tewas Ditembak
-Laporan Zaenal Muttaqin
Selasa, 15/09/2015, 05:54:30 WIB

 Petugas dari Polsek Bumiayu saat melumpuhkan babi hutan di lorong pemukiman warga (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Warga Dukuh Karangdempul RT 04 RW 07 Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, heboh. Ini menyusul munculnya seekor babi hutan di pemukiman warga. Tiga warga juga terluka akibat akibat srudukan hewan liar itu, Selasa 15 September 2015.

Setelah dilakukan pengejaran, babi hutan pun akhirnya terjebak di lorong antara dua tembok rumah warga, dan dilumpuhkan dengan senjata api oleh petugas dari Polsek Bumiayu. Dua tembakan membuat babi hutan berkulit hitam itu rubuh tapi masih berusah bangkit, sampai akhirnya petugas mengakhirinya dengan tujuh butir peluru di bagian kepalanya.

"Tembakan pertama babi hutan masih berusaha lari akhirnya tembakan kedua rubuh, tapi untuk memastikan babi hutan itu mati akhirnya menghabiskan tujuh butir peluru," ujar Kanit Provos Polsek Bumiayu, Aiptu Budi Asih SH petugas yang melumpuhkan babi hutan tersebut.

Berdasarkan informasi dari warga di lokasi kejadian, babi hutan itu tiba-tiba muncul di tengah perkampungan warga. Bahkan sempat dijebak di halaman rumah yang berpagar, tapi babi dapat lolos dengan dengan menyeruduk pagar besi itu dan rusak.

Sementara tiga warga yang berusaha menangkapnya dengan tambang, mengalami luka akibat srudukan babi hutan itu. Yakni, Agus Jenal (37), Halimi (60) dan Roni (35), ketiga terluka. Bahkan Agus Jenal dan Halimi harus menjalani perawatan di RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu karena lukanya cukup serius.

Kapolsek Bumiayu, AKP Joko Witanto SH membenarkan adanya babi hutan yang masuk ke pemukiman warga. Pihaknya langsung mengambil tindakan melumpuhkannya dengan menggunakan senjata api jenis pistol, karena sangat membahayakan keselamatan warga.

"Saat itu banyak warga dan sangat membahayakan sehingga petugas menembaknya dengan senjata api dalam jarak yang cukup dekat," katanya.

Babi hutan diduga berasal dari hutan di sekitar Bumiayu dan masuk ke pemukiman warga karena di hutan sulit mendapatnya makanan makanan akibat kemarau dan kekeringan. "Musim kemarau membuat tanaman dihutan kering dan kesulitan mendapatkan makanan sehingga keluar dan masuk ke pemukiman untuk mencari makan," terang Joko.

Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati jika ada kejadian serupa, karena saat musim kemarau dan hewan liar di hutan dapat nyasar ke pemukiman jika sulit mendapatkan makanan di hutan. Warga diminta segera melapor ke petugas jika ada hewan liar yang membahayakan.

"Warga segera melapor jika ada hewan yang membahayakan dan hati-hati mengambil tindakan agar tidak celaka," tandas Joko.